Dukung Program E20 Nasional, PTPN Group, Pertamina Group, Medco Group Jajaki Kerja Sama Pengembangan Bioetanol
Dukung Program E20 Nasional, PTPN Group, Pertamina Group, Medco Group Jajaki Kerja Sama Pengembangan Bioetanol--
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) (PTPN III) menjajaki kerja sama strategis pengembangan bioetanol melalui penandatanganan 3 (tiga) Nota Kesepahaman (MoU) bersama Pertamina Group dan Medco Group.
Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program mandatori bioetanol (E20) yang ditargetkan pemerintah pada tahun 2028, guna memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
BACA JUGA:Dukung Ketahanan Energi, PTPN IV PalmCo-APGWI Garap Potensi Minyak di Lahan Sawit
Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil, Perwakilan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dyah Susilokarti, Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eng. Eniya Listiani Dewi, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia John Anis, CEO Medco Group Yana Sofyan Panigoro, Direktur PT Medco Intidinamika Aradea Z. Arifin, serta Jaksa Utama Muda Kejaksaan Agung RI, Nova Elida Saragih.
BACA JUGA:Utamakan Keselamatan Pekerja, PTPN IV PalmCo Perkuat Budaya K3 di Seluruh Unit Operasional
Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan bioetanol merupakan bagian dari implementasi arah kebijakan nasional. “Pengembangan bioetanol ini sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo, serta komitmen Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam memperkuat hilirisasi komoditas pertanian sebagai bagian dari strategi besar menuju ketahanan pangan dan energi nasional. Indonesia memiliki potensi besar dari komoditas seperti tebu (molases), ubi kayu, dan jagung yang dapat dioptimalkan sebagai sumber energi terbarukan,” ujarnya.
BACA JUGA:Hilirisasi Tahap II Dimulai, Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangke
Ia menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah sudah jelas dalam mendorong kemandirian energi nasional. “Karena itu, pada Rapat Kerja Pemerintah tanggal 8 April 2026, Bapak Presiden menegaskan arah yang jelas: Indonesia harus mempercepat kemandirian pangan dan energi. Salah satu fokus utamanya adalah implementasi bioetanol E20 pada tahun 2028. Artinya, kita harus memastikan kesiapan nyata dari hulu sampai hilir,” lanjutnya.
Denaldy menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi E20 sangat bergantung pada kekuatan pasokan bahan baku dalam negeri. Untuk mencapai E20, kata Denaldy, kuncinya ada pada feedstock yang kuat dan berkelanjutan. “Dan kita memiliki itu. Tebu, ubi kayu, dan jagung adalah kekuatan kita. Tantangannya adalah bagaimana menghubungkan semuanya menjadi satu sistem. Dan hari ini kita mulai,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Tin Latifah, yang disampaikan melalui Direktur Aneka Kacang dan Umbi (AKABI), Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Dyah Susilokarti, menyatakan bahwa hilirisasi pertanian merupakan salah satu pilar utama pembangunan sektor pertanian dalam periode 2025–2029.
BACA JUGA:Komisaris PTPN Minta Produksi dan Pemasaran Teh Kayu Aro Ditingkatkan
Sejalan dengan program hilirisasi Kementerian Pertanian, PTPN Group mendapat arahan penugasan dalam hilirisasi komoditas tebu, ubi kayu dan jagung serta pembangunan 10 (sepuluh) unit pabrik bioetanol di Indonesia (Lampung, Jabar, Jatim, Sulsel, dan NTB). Dalam pengembangan bioetanol tersebut akan didukung oleh penguatan basis komoditas strategis nasional diantaranya tebu, ubi kayu dan jagung.
Untuk komoditas tebu, PT SGN ditugaskan untuk perluasan lahan hingga tahun 2031 sekitar 500 ribu ha dan pembangunan pabrik bioetanol berbasis molases sebanyak 6 (enam) unit bekerjasama dengan Pertamina NRE (PNRE). Untuk pengembangan ubi kayu, PTPN III ditugaskan dalam pengembangan areal sekitar 104 ribu ha dan pembangunan pabrik bioetanol berbasis ubi kayu sebanyak 2 (dua) unit bekerjasama dengan Medco & PNRE. Sedangkan untuk komoditas jagung ditargetkan pengembangan areal PTPN I seluas 250 ribu ha dan pembangunan pabrik bioetanol berbasis jagung sebanyak 2 (dua) unit yang juga akan bekerjasama dengan mitra. Langkah strategis ini menjadi fondasi penting dalam memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku bioetanol nasional secara jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




