MITSUBISHI JANUARI 2026

Tanjabtim Percepat Tanam 3.371 Hektare Padi INPARI 32

Tanjabtim Percepat Tanam 3.371 Hektare Padi INPARI 32

MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Pemkab Tanjabtim terus memacu percepatan tanam padi guna mendukung target produksi pangan nasional. Melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), sebanyak 104.225 kilogram benih padi unggul varietas INPARI 32 mulai disalurkan kepada kelompok tani di tujuh kecamatan sentra produksi.

BACA JUGA:Baznas Muaro Jambi Geser Penyaluran Zakat ke Program Produktif

Kepala Dinas TPH Tanjabtim, Sunarno, mengatakan bantuan benih dari Kementerian Pertanian RI tersebut diproyeksikan untuk lahan tanam seluas 3.371 hektare pada musim tanam kedua tahun ini.

BACA JUGA:Jelang Puncak Haji 2026, Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda Jemaah Indonesia di Arafah

"Seluruh benih sudah mulai didistribusikan langsung kepada kelompok tani penerima manfaat. Kita targetkan hingga Mei 2026 seluruh lahan sudah tertanam," ujarnya.

Menurutnya, varietas INPARI 32 dipilih karena memiliki keunggulan tahan terhadap serangan penyakit, masa panen lebih singkat dan produktivitas yang tinggi sehingga dinilai cocok untuk percepatan musim tanam.

Adapun rincian bantuan tersebar di Kecamatan Nipah Panjang seluas 1.072 hektare dengan alokasi 27.730 kilogram benih, Berbak 986 hektare sebanyak 32.100 kilogram, Rantau Rasau 695 hektare sebanyak 27.800 kilogram, Muara Sabak Timur 255 hektare sebanyak 6.375 kilogram, Muara Sabak Barat 74 hektare sebanyak 1.850 kilogram, Geragai 226 hektare sebanyak 6.295 kilogram dan Dendang 83 hektare dengan 2.075 kilogram benih.

"Program ini menjadi salah satu langkah Pemkab Tanjabtim dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada beras nasional," sebutnya.

Sunarno menegaskan, percepatan tanam menjadi fokus utama agar jadwal panen dapat tercapai sesuai target. Jika proses tanam berjalan sesuai rencana, panen raya diperkirakan berlangsung pada awal Agustus 2026 mendatang.

Ia juga meminta para penyuluh pertanian dan ketua kelompok tani lebih aktif berkoordinasi apabila ditemukan kendala teknis di lapangan.

"Kalau ada hambatan segera dilaporkan supaya cepat ditangani dan hasil panen bisa maksimal," tegasnya.(lan)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: