MITSUBISHI JANUARI 2026

Indonesia Segera Bebas Impor BBM Solar, B50 Ditargetkan Mulai Juli 2026

Indonesia Segera Bebas Impor BBM Solar, B50 Ditargetkan Mulai Juli 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia --

BOGOR, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Pemerintah  terus berupaya untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Terbaru, melalui pengembangan Biodiesel 50% (B50), bakal ditargetkan untuk diimplementasikan secara nasional pada 1 Juli 2026 mendatang.

Dengan hal ini bakal berdampak signifikan pada pengurangan impor BBM nasional.

BACA JUGA:Update Harga Emas Pegadaian Minggu 3 Mei 2026, Hari Ini Ada yang Stabil dan Turun Tipis

 

"Kebutuhan kita, BBM solar, pada tahun 2026, itu kita butuh kurang lebih sekitar 40 juta kiloliter. Dari 40 juta kiloliter ini, kita dengan B40 dan B50, Alhamdulillah mulai tahun 2026, tidak lagi kita melakukan impor solar pertama sejak Republik ini berdiri. Dari solar kita sudah tidak impor," jelas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2026 di Bogor, Rabu (29/4).

Lebih lanjut Bahlil mengatakan, sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan salah satu bidang strategis dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni swasembada energi.

BACA JUGA:SKK Migas PetroChina Terima Penghargaan Perusahaan Paling Responsif dari Bupati Tanjab Barat

Sektor ESDM berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi untuk mendukung stabilitas ekonomi dan pertahanan negara. 

Pada arahannya tersebut, Bahlil menyampaikan prestasi Indonesia yang dinilai sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia, meski dinamika kondisi geopolitik global saat ini memengaruhi pasokan energi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

BACA JUGA:Perkuat Ekosistem Keagenan, BRILink Agen Siap Panen Hadiah Emas Lewat Program Spesial

"Di tengah (kondisi) geopolitik itu melahirkan ketidakpastian terhadap seluruh pasokan energi global. Dan dunia hampir semua merasakan dampak ini. Dalam kondisi seperti ini, kita harus bersyukur di bawah kepemimpinan Presiden Bapak Prabowo Subianto yang notabenenya adalah alumni TNI, Indonesia dinilai oleh JP Morgan itu menjadi negara terbaik kedua di dunia yang mempunyai ketahanan energi," ujar Bahlil.

Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management. Laporan tersebut menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar yang mewakili sekitar 82 persen konsumsi energi dunia. Indonesia menempati posisi kedua, di bawah Afrika Selatan, namun satu tingkat di atas Tiongkok yang berada di posisi ketiga.

BACA JUGA:Hadiri Pelantikan Pengurus IDI Merangin, Wabup A. Khafidh Ingatkan Tanggungjawab dan Integritas

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait