Hutama Karya Pacu Progres Tol Betung-Jambi di Tengah Capaian Laba Awal 2026
Gerbang Tol Pijoan-DOK Jambi Ekspres-
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mengonfirmasi bahwa ruas Betung–Jambi menjadi salah satu prioritas konstruksi aktif dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada awal tahun 2026.
Fokus pada penyelesaian jalur strategis ini berjalan beriringan dengan capaian finansial perusahaan yang impresif, di mana laba bersih konsolidasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp464 miliar, melampaui target RKAP sebesar 172,49 persen.
BACA JUGA:Polemik Pipa di Tanjab Barat Temui Titik Terang, Ivan Wirata: Penjelasan PU Tidak Melanggar Aturan
Hingga akhir Maret 2026, akumulasi panjang tol yang telah terbangun mencapai 1.108 kilometer (km).
Di tengah pengerjaan ruas Betung–Jambi, Rengat–Pekanbaru, dan Palembang–Betung, perusahaan berhasil mencatatkan penambahan fisik sepanjang 10,1 km pada periode awal tahun ini.
BACA JUGA:Aturan Main Terkuak! Ini Alasan Pipa Gas 9 Km Milik Jadestone Bisa Ditanam di Bahu Jalan Nasional
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyampaikan bahwa capaian TW I 2026 menjadi sinyal ketahanan bisnis perusahaan di tengah tekanan ekonomi global yang semakin kompleks. Terkait strategi perusahaan dalam mengelola proyek infrastruktur besar seperti JTTS di tengah dinamika pasar, beliau menegaskan:
"Di tengah ketidakpastian global, kami justru membuktikan bahwa infrastruktur yang dikelola dengan disiplin finansial adalah investasi yang tahan banting," ujarnya.
BACA JUGA:Menko PM: Sekolah Rakyat Jadi
Pembangunan aktif di ruas Betung–Jambi didukung oleh posisi keuangan yang terus menguat.
Total aset konsolidasi tercatat Rp189,84 triliun dengan ekuitas tumbuh 2,31 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp141,64 triliun. Menariknya, di saat konstruksi terus dipacu, total utang perusahaan justru berhasil ditekan sebesar 15,34 persen YoY.
Manajemen menekankan bahwa kelanjutan proyek JTTS, termasuk ruas Betung–Jambi, merupakan bagian dari pertumbuhan yang terukur, bukan sekadar ekspansi volume. Selektivitas portofolio dan fokus pada proyek bernilai strategis menjadi pertimbangan utama perusahaan dalam menjaga kualitas aset.
Arah Strategis 2026
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




