Fasilitas TKA Minim, Jadi Tantangan Disdik Tanjabtim
Tampak siswa sekolah dasar di salah satu sekolah di Kabupaten Tanjabtim tengah mengikuti ujian TKA --
MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Keterbatasan fasilitas menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tanjabtim.
Dari total 198 sekolah yang mengikuti TKA, hanya 132 sekolah yang mampu melaksanakan ujian secara mandiri. Sisanya, sebanyak 66 sekolah, terpaksa menumpang di sekolah lain yang memiliki sarana lebih lengkap.
BACA JUGA:Sengkarut Lahan 20 Ha di Desa Betung-Kumpeh, Darman: Saya Tak Tahu Kalau Masuk Kawasan Hutan
BACA JUGA:Pemkab Bungo Matangkan Rencana Revitalisasi Kawasan Perkotaan
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Syafaruddin, mengungkapkan bahwa kendala utama terletak pada minimnya perangkat komputer dan laptop, serta jaringan internet yang belum merata di sejumlah wilayah.
"Masih ada sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai untuk ujian berbasis komputer," ujarnya.
BACA JUGA:CPNS 2026, Sungai Penuh Ajukan 31 Formasi CPNS, Prioritas untuk Putra Daerah
Selain keterbatasan perangkat, persoalan jaringan juga menjadi hambatan serius. Beberapa daerah masih masuk kategori blank spot sehingga tidak memungkinkan pelaksanaan ujian secara mandiri.
"Untuk mengatasi hal itu, kami mengambil langkah dengan memusatkan pelaksanaan TKA di sekolah yang dinilai lebih siap dari sisi infrastruktur," katanya.
Sementara, Kepala Bidang SD, Mario, menyebut pihaknya terus berupaya meminimalkan kendala teknis agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian.
BACA JUGA:Polda Jambi Bongkar Praktik Ilegal Penyuntikan LPG Subsidi, Tiga Orang Diamankan
"Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya dalam mendukung sistem pembelajaran dan evaluasi berbasis digital di Tanjabtim," tukasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





