MITSUBISHI JANUARI 2026

BI Dorong Kolaborasi untuk Akselerasi Ekonomi Melalui Program Strategis

BI Dorong Kolaborasi untuk Akselerasi Ekonomi Melalui Program Strategis

BI Dorong Kolaborasi untuk Akselerasi Ekonomi Melalui Program Strategis --

JAMBIEKSPRES.CO.ID - Bank Indonesia Provinsi Jambi menggelar Forum Ekonomi dan Bisnis Provinsi Jambi dengan mengusung tema “Akselerasi Ekonomi Regional di Tengah Realokasi Fiskal melalui Dukungan Program Strategis Pemerintah”.

Forum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada pemerintah daerah mengenai isu-isu terkini yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi, serta memberikan sinyal yang jelas kepada pemerintah mengenai langkah-langkah strategis yang perlu diambil dalam menghadapi tantangan ekonomi.

 BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Rabu 22 April 2026, Hari Ini Anjlok Rp50.000 Jadi Rp2,83 Juta per Gram

Acara yang berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel pada rabu (22/4) ini menghadirkan dua narasumber yang relevan dengan topik yang dibahas yaitu Dendi Ramdani, yang menjabat sebagai Head of Industry & Regional Research Department di PT Bank Mandiri Tbk dan Prof. Dr. Muhamad Firdaus, seorang Guru Besar dari IPB University.

 BACA JUGA:Teliti Kesulitan Keuangan (Financial Distress) Perumda Air Minum, Antarkan Sri Wineh Raih Gelar Doktor Ekonomi

Dalam sesi pemaparan yang narasumber mengungkapkan pentingnya pemahaman terkait dengan pengaruh kebijakan fiskal terhadap ekonomi regional, serta strategi yang dapat diterapkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil, meskipun dalam kondisi realokasi fiskal yang sedang berlangsung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Forum Ekonomi dan Bisnis Provinsi Jambi merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara berbagai pihak dalam mempercepat akselerasi ekonomi daerah. “Kami berharap dengan adanya forum ini, kita dapat menggali lebih dalam potensi ekonomi yang ada di Jambi, serta menemukan solusi terbaik untuk menghadapinya. Penting bagi kita semua untuk tetap fokus pada pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.

 BACA JUGA:Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi: Hesti Haris Tegaskan Komitmen Berbagi - Menguatkan Nilai Kepedulian Sosial

Lebih lanjut, Tedy mengungkapkan bahwa Bank Indonesia akan terus mendukung program-program strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mengoptimalkan sektor-sektor unggulan yang ada di Provinsi Jambi. "Kami juga berharap partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga stabilitas ekonomi, karena setiap individu berperan dalam menciptakan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan," tambahnya.

 BACA JUGA:Imigrasi Kerinci Deportasi Tiga WNA, Kasus Overstay Mendominasi

Bank Indonesia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kestabilan inflasi. Dalam hal ini, Bank Indonesia tetap optimis bahwa inflasi di Provinsi Jambi bisa terjaga dalam kisaran 2,5% ± 1%, sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Namun, pihak Bank Indonesia mengingatkan bahwa inflasi tidak bisa dikendalikan hanya oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerjasama antara semua elemen masyarakat, mulai dari pemasok hingga konsumen.

Hal lain mencakup strategi yang dapat diterapkan untuk menjaga kestabilan ekonomi, termasuk mengatasi tantangan terkait komoditas energi yang menjadi salah satu kekuatan utama Provinsi Jambi, terutama dalam sektor pertambangan. Meskipun sektor pertambangan memiliki peran penting, ada sejumlah pembatasan yang perlu disikapi dengan bijaksana. Salah satunya adalah pentingnya hilirisasi sektor ini agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini, Dendi Ramdani, salah satu narasumber, menyoroti potensi ekspor yang dimiliki oleh Provinsi Jambi. Ia menyatakan bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, diperlukan pendekatan yang seimbang antara ekspor dan hilirisasi, serta strategi yang dapat mengoptimalkan produk-produk unggulan daerah agar memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar internasional. Selain itu, strategi tersebut juga harus diimbangi dengan kebijakan-kebijakan yang mendukung peningkatan daya beli masyarakat dan pengendalian inflasi.

Dengan adanya forum ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat memahami secara lebih mendalam isu-isu ekonomi yang dihadapi Provinsi Jambi, serta menyepakati langkah-langkah strategis yang perlu diambil untuk memperkuat ketahanan ekonomi regional. Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya koordinasi dan kolaborasi antar sektor, baik di tingkat pemerintah daerah maupun dengan masyarakat, untuk mencapai tujuan bersama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait