MITSUBISHI JANUARI 2026

Desa Semerah Terancam Dilebur, Mediasi Berlarut Tanpa Titik Temu

Desa Semerah Terancam Dilebur, Mediasi Berlarut Tanpa Titik Temu

Desa Semerah Terancam Dilebur, Mediasi Berlarut Tanpa Titik Temu-Ist-

KERINCI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Ancaman peleburan membayangi Desa Semerah setelah persoalan administratif yang berlarut tak kunjung menemukan solusi. Hingga kini, upaya mediasi yang dilakukan pemerintah daerah belum membuahkan hasil, sementara waktu terus berjalan menuju batas kritis. Padahal sudah 3 tahun hingga 2026 desa ini tak bisa terima dana desa.

BACA JUGA:Pemkab Sarolangun Bakal Lelang 58 Unit Kendaraan Dinas

Kepala Pemdes Kerinci, Syahril Hayadi, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama kecamatan masih berupaya memfasilitasi penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sebagai syarat utama pencairan dana desa. Namun, berbagai kendala di lapangan membuat proses tersebut belum rampung.

BACA JUGA:Gaungkan Gaya Hidup Sehat, BSI Ajak 2.750 Pelari Run For Humanity Bandung 2026 Berinvestasi Lewat Langkah Emas

Situasi ini semakin pelik karena Desa Semerah sudah memasuki tahun ketiga tanpa pencairan dana desa, yakni hingga tahun 2026. Padahal, dana desa merupakan tulang punggung pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa.

“Konsekuensinya, apabila tiga tahun berturut-turut dana desa tidak cair, maka desa tersebut terindikasi tidak memenuhi syarat lagi sebagai desa,” jelas Syahril kepada Jambi Ekspres, Senin (20/4/2026).

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga mulai mempertanyakan masa depan desanya, termasuk dampak yang akan dirasakan jika status desa benar-benar dicabut atau dilebur dengan wilayah lain. 

Selain berpotensi menghambat pembangunan, situasi ini juga dapat memengaruhi identitas dan kemandirian Desa Semerah sebagai wilayah administratif.

Sejumlah pihak berharap ada langkah cepat dan tegas dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan kebuntuan ini. Tanpa penyelesaian konkret, Desa Semerah berisiko kehilangan statusnya, sebuah konsekuensi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial masyarakatnya.

Dengan waktu yang semakin sempit, semua pihak kini dituntut untuk segera menemukan jalan keluar agar Desa Semerah dapat tetap bertahan sebagai desa definitif dan melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan warganya.(Hdp)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: