MITSUBISHI JANUARI 2026

Gandeng ITS, PTPN IV PalmCo Siap Kembangkan Kelapa Sawit Jadi Bensin

Gandeng ITS, PTPN IV PalmCo Siap Kembangkan Kelapa Sawit Jadi Bensin

Gandeng ITS, PTPN IV PalmCo Siap Kembangkan Kelapa Sawit Jadi Bensin--

SURABAYA, JAMBIEKSPRES.CO.ID - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo tancap gas memperkuat lini bisnis hilirnya.

Kali ini, raksasa perkebunan negara tersebut menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengembangkan bensin sawit alias biogasoline.

Sinergi strategis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, dan Rektor ITS, Bambang Pramujati, di Surabaya, Minggu (19/4/2026). Kerja sama ini turut disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Senin 20 April 2026, Hari Ini Anjlok Parah Rp 44.000 Jadi Rp2.884.000 per Gram

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah nyata perusahaan dalam mengintegrasikan riset teknologi tinggi ke dalam skala industri. Menurutnya, PalmCo tidak lagi hanya fokus pada produktivitas lahan, tapi mulai membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

"Sinergi dengan ITS adalah langkah konkret kami. Fokusnya bukan hanya produksi, tapi menciptakan ekosistem zero waste dan energi bersih yang sangat dinantikan pasar," ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).

BACA JUGA:Harga BBM Naik Melejit! Pertamax Turbo dan Dex Series Naik Rp6.300-9.400 per Liter

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut positif langkah ini. Ia meminta agar pengembangan bensin sawit ini segera masuk ke tahap industrialisasi guna memangkas ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil.

"Kita mulai dari skala kecil dulu. Kalau berhasil, langsung buka skala besar. Ini adalah langkah nyata menuju ketahanan energi nasional," tegas Amran.

BACA JUGA:Harga BBM Jambi Naik Menggila! Berkisar 6.500-9.650/Liter, Ini Harga Baru BBM 20 April 2026 di SPBU

Di sisi lain, Rektor ITS Bambang Pramujati berharap riset dari kampus tidak hanya berakhir di atas kertas, tapi harus memiliki dampak nyata bagi industri dan masyarakat. Kerja sama ini ditargetkan berlangsung selama lima tahun kedepan.

Secara teknis, tim peneliti dari ITS yang dipimpin Hosta Ardhyananta tengah mematangkan inovasi konversi minyak sawit agar efisien dan kompatibel dengan mesin kendaraan yang ada saat ini. Nantinya, tim gabungan akan mengawal implementasi teknologi ini di lapangan hingga siap diproduksi secara massal.

BACA JUGA: Update Klasemen Liga Inggris, Arsenal Ditempel Ketat Manchester City

Melalui hilirisasi ini, pemerintah berharap komoditas sawit Indonesia bisa menjadi tulang punggung baru bagi sumber energi alternatif nasional sekaligus mendukung target emisi bersih di masa depan.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait