Samakan Persepsi, Pemkot Jambi Genjot Peran Kader Posyandu 6 SPM
Samakan Persepsi, Pemkot Jambi Genjot Peran Kader Posyandu 6 SPM-Ist-
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Kota Jambi terus mendorong optimalisasi pelayanan dasar masyarakat melalui penguatan peran kader Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
BACA JUGA:Gubernur Al Haris Dukung Penuh Perintah Presiden Prabowo Cabut IUP Bermasalah di Kawasan Hutan
Upaya ini dinilai krusial di tengah masih beragamnya pemahaman implementasi di lapangan.
BACA JUGA:Dilantik Bupati Monadi, Ini Nama dan Jabatannya
Hal itu mengemuka dalam sosialisasi implementasi Posyandu 6 SPM yang digelar di Dinas Sosial Kota Jambi, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadia, Sp.OG, sebagai narasumber utama.
Di hadapan kader Posyandu, camat, lurah, serta perwakilan OPD, Nadia menegaskan bahwa Posyandu saat ini tidak lagi sekadar layanan kesehatan dasar, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat layanan sosial terintegrasi di tingkat masyarakat.
Namun, di balik transformasi tersebut, ia mengakui masih adanya perbedaan pemahaman di setiap lini, mulai dari OPD hingga kader. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat efektivitas pelayanan jika tidak segera diselaraskan.
“Perubahan ini menuntut kesamaan persepsi. Kalau tidak satu frekuensi, pelaksanaan di lapangan tidak akan optimal,” tegasnya.
Ia menekankan, keberhasilan Posyandu 6 SPM sangat bergantung pada sinergi lintas sektor. Kader, menurutnya, memegang peran strategis sebagai ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Data yang disampaikan menunjukkan, saat ini telah terbentuk 68 Posyandu 6 SPM di seluruh kelurahan Kota Jambi. Meski demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh Posyandu tersebut berjalan efektif, bukan sekadar terbentuk secara administratif.
“Jangan berhenti di angka pembentukan. Yang terpenting adalah kualitas layanan dan kecepatan respons terhadap persoalan masyarakat,” ujarnya.
Nadia juga mendorong kader untuk lebih adaptif, termasuk memanfaatkan teknologi sederhana seperti grup WhatsApp sebagai sarana koordinasi dan berbagi solusi di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, menegaskan bahwa sektor sosial menjadi salah satu fokus dalam implementasi SPM. Ia mengklaim capaian pelayanan dasar bidang sosial tahun 2025 telah menyentuh angka 100 persen.
Capaian tersebut meliputi penanganan lansia terlantar, anak terlantar, penyandang disabilitas, gelandangan dan pengemis, hingga korban bencana.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



