Panas Jambi Menyengat hingga 36 Derajat, Ini Penjelasan BMKG
Petugas Kantor BMKG Jambi. -Foto : ANTARA/Nanang Mairiadi -
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Suhu udara di Kota Jambi dalam sepekan terakhir mencapai titik tertinggi hingga 36 derajat Celsius. Kondisi panas menyengat ini terjadi di tengah status wilayah yang masih berada dalam periode musim hujan.
BACA JUGA:Isak Tangis Keluarga Iringi Vonis Kurir 12 Kg Narkoba di Jambi
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistiyono, mengatakan peningkatan suhu tersebut merupakan fenomena yang masih wajar dalam masa peralihan menuju musim kemarau.
BACA JUGA:Saksi Tak Hadir, Sidang Lanjutan TPPU terdakwa Helen Ditunda
“April ini masih musim hujan, namun suhu udara memang bisa terasa lebih panas,” ujarnya.
BMKG mencatat, potensi curah hujan pada dasarian III April 2026 relatif rendah, yakni di bawah 50 mm/dasarian, terutama di wilayah Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, dan Tebo.
Meski demikian, kondisi atmosfer masih berpotensi memicu cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.
Pada Selasa (14/4/2026), potensi cuaca ekstrem diperkirakan melanda Kerinci, Merangin, Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Bungo, serta Kota Jambi.
Sementara pada Rabu (15/4/2026), wilayah terdampak meliputi Merangin, Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tebo, dan Bungo.
Adapun pada Kamis (16/4/2026), potensi hujan lebat kembali meluas ke Kerinci, Merangin, Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Bungo, hingga Kota Jambi.
BMKG juga memprakirakan awal musim kemarau di Provinsi Jambi akan mulai berlangsung pada Mei 2026, yakni antara dasarian II Mei hingga dasarian I Juni.
"Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir genangan dan pohon tumbang," katanya.
Aktivitas di luar ruangan sebut dia, khususnya saat hujan disertai petir, sebaiknya dihindari guna mengurangi risiko keselamatan. (hfz)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



