MITSUBISHI JANUARI 2026

Ekonomi RI Kuartal I-2026 Diproyeksi Tumbuh 5,5 Persen,Program Biodiesel B50 Dimulai 1 Juli 2026

Ekonomi RI Kuartal I-2026 Diproyeksi Tumbuh 5,5 Persen,Program Biodiesel B50 Dimulai 1 Juli 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberikan keterangannya kepada awak media usai Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026.--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Pemerintah menegaskan optimisme terhadap ketahanan ekonomi nasional pada awal tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 diproyeksikan tetap stabil dan kuat di angka 5,5 persen, meskipun dinamika global masih terus bergejolak.

BACA JUGA:Pantau Langsung TKA 2026, Bupati Anwar Sadat Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

Kepastian ini disampaikan Airlangga usai mengikuti Rapat Kerja Pemerintah bersama jajaran Kabinet Merah Putih, pejabat Eselon I kementerian/lembaga, serta Direktur Utama BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Airlangga menyebutkan bahwa proyeksi pertumbuhan tersebut sejalan dengan laporan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan dalam rapat koordinasi tersebut.

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Jambi Ikuti Uji Publik Revisi PP Nomor 45 Tahun 2024 tentang PNBP

"Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai—tadi Menteri Keuangan juga menyampaikan—lebih besar sama dengan 5,5 persen. Kondisi konsumsi kita kuat, di mana konsumsi mewakili 54 persen dari PDB," ujar Airlangga.

Fundamental ekonomi domestik menjadi penyokong utama capaian ini, terutama dari sektor konsumsi rumah tangga yang tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

BACA JUGA:Uji Sampel di Labkesda 2 Minggu, Dapur SPPG Tetap Operasional, Distribusi ke SMP 7 Tetap Berjalan

Selain konsumsi yang terjaga, kinerja fiskal juga menunjukkan tren positif. Hingga akhir Maret 2026, penerimaan pajak dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 14,3 persen atau mencapai Rp462,7 triliun.

Kondisi ini diperkuat dengan sektor manufaktur yang terus berada dalam zona ekspansif.

Tidak hanya dari sisi makro, ketahanan pangan nasional juga diklaim dalam posisi yang aman.

BACA JUGA:Disebut Keracunan MBG! Tiga Guru SMPN 7 Jambi Dilarikan ke RS, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Airlangga memaparkan bahwa produksi beras sepanjang tahun 2025 mencapai 34,7 juta ton, sementara stok beras di gudang Bulog saat ini terjaga di level 4,6 juta ton.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: