9 Musibah Kebakaran, 33 Rumah Warga Terdampak
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjabtim, Agus Pranoto, -Ist-
MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Kasus kebakaran rumah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) sepanjang awal tahun 2026 terbilang cukup tinggi. Terhitung sejak Januari hingga April 2026, sedikitnya telah terjadi 9 peristiwa kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah warga.
Berdasarkan data, dari 9 kejadian tersebut tercatat sebanyak 33 unit rumah warga terdampak.
BACA JUGA:Tak Ada Biaya! Luka Operasi Terbuka, Warga Simpang Rimbo Ini Hanya Bisa Menahan Sakit di Rumah
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjabtim, Agus Pranoto, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya pencegahan guna meminimalisir kejadian serupa. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di tingkat desa maupun kecamatan.
Menurutnya, sosialisasi tersebut penting agar masyarakat memahami langkah-langkah pencegahan kebakaran serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat memicu kebakaran.
BACA JUGA:DPRD Muaro Jambi Evaluasi LKPJ TA 2025, Soroti Beban Infrastruktur di Balik Melimpahnya Investasi
“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya lebih waspada dan mengetahui cara pencegahan kebakaran,” ujarnya.
Di sisi lain, Agus mengakui dalam proses penanganan kebakaran, petugas kerap menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Akses menuju lokasi kebakaran menjadi salah satu hambatan utama, terutama di kawasan permukiman dengan jalan sempit sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik kejadian.
Selain itu, jarak tempuh menuju lokasi kebakaran yang cukup jauh juga sering mempengaruhi kecepatan petugas dalam melakukan penanganan.
“Kendala yang paling sering kami hadapi adalah akses jalan menuju lokasi kebakaran yang sempit sehingga mobil damkar tidak bisa masuk. Ditambah lagi jarak tempuh yang cukup jauh,” jelasnya.
Untuk memperkuat penanganan di tingkat masyarakat, pihaknya kini mendorong pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Saat ini, Redkar baru terbentuk di tingkat kecamatan dan ke depan direncanakan akan diperluas hingga ke tingkat desa.
Keberadaan Redkar diharapkan dapat membantu penanganan awal saat terjadi kebakaran, seperti melakukan evakuasi warga serta upaya pencegahan dini sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
“Ke depan Redkar akan kita bentuk di seluruh kecamatan dan desa, sehingga bisa membantu penanganan awal ketika terjadi kebakaran,” katanya.
Selain itu, keberadaan relawan tersebut juga diharapkan dapat mendukung penggunaan peralatan pemadam kebakaran yang telah tersedia di tingkat desa, kelurahan maupun kecamatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



