Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan --
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID– PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi Bahan Bakar Gas (BBG) untuk sektor transportasi darat. Komitmen ini dijalankan sebagai salah satu solusi energi mandiri, efisien dan ramah lingkungan di tengah dinamika geopolitik global yang fluktuatif dan berdampak pada ketersediaan serta harga energi dunia,
BACA JUGA:Geger! Ular Sanca 3,5 Meter Nongol di Dinding Rumah Warga Jambi, Damkar Turun Tangan
BBG merupakan wujud pemanfaatan gas bumi yang bersumber langsung dari perut bumi Indonesia. Layanan BBG melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) menjadi langkah krusial untuk membantu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) serta memperkuat ketahanan energi.
"Sejalan dengan peran PGN sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dan harga yang bersahabat, terutama di tengah dinamika tantangan global saat ini," ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman.
Pemanfaatan BBG memberikan banyak keuntungan bagi pengguna maupun negara. Dari sisi harga, BBG cenderung lebih ekonomis dan stabil. Harga BBG dipatok stabil di seluruh SPBG dengan harga Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP). Harga ini lebih kompetitif dibandingkan BBM nonsubsidi, sehingga mampu menekan biaya operasional kendaraan secara signifikan.
BACA JUGA:Momentum Earth Hour, BRI Dorong Keberlanjutan Melalui Aksi Nyata di Lingkungan Kerja
BBG lebih ramah lingkungan, karena menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah hingga 20% lebih bersih dibandingkan BBM. Dengan begitu, pemanfaatan BBG turut mendukung dalam akselerasi penggunaan energi ramah lingkungan dan target pemerintah menuju Net Zero Emission.
“Penggunaan BBG memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan. Pembakaran gas yang lebih sempurna, sehingga membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin yang dapat menurunkan biaya operasional dan memperpanjang usia pakai kendaraan,” jelas Fajriyah.
BACA JUGA:12 Pejabat Muaro Jambi Dilantik, Berikut Nama-Namanya
Dengan merangkul Komunitas Mobil Gas (Komogas) saat tersedia layanan bengkel keliling hingga 3 April 2026 di Basecamp Komogas, wilayah Kalimalang Jakarta Timur dan 6 – 10 April 2026 di SPBG Bogor. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan teknis, perawatan, perbaikan, dan mengonversi kendaraan ke BBG dengan mudah dan profesional.
Untuk mewujudkan visi ketahanan energi yang solid melalui pemanfaatan BBG, PGN menekankan pentingnya sinergi dan dukungan dari pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya. Melalui Anak Perusahaan yaitu PT Gagas Energi Indonesia, PGN mengelola 14 SPBG, 4 MRU dan 1 Mother Station (MS) untuk melayani BBG. PGN berharap dengan sinergi yang solid dapat mendorong pemanfaatan BBG di masyarakat sekaligus memperluas pembangunan SPBG di berbagai wilayah.
“Pada prinsipnya, PGN terus memastikan keandalan pasokan gas bumi untuk seluruh jaringan SPBG yang tersebar di wilayah. Dengan mengoptimalkan sumber energi domestik, kontribusi ini diharapkan dapat menopang Indonesia dalam menghadapi dinamika energi dunia dan melangkah maju menuju kemandirian energi untuk aktivitas sehari-hari masyarakat,” tutup Fajriyah. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



