KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI

Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI

Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI --

BANDUNG, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Berangkat dari ketertarikan mengembangkan kuliner berbasis tepung aci, brand kuliner Tercabaikan berkembang menjadi salah satu usaha makanan lokal di Bandung yang menghadirkan berbagai menu seperti Baso Aci, Cimol Bojot, Cireng Kuah, Mie Kocok, Kupat Tahu, Mie Ayam, hingga Cilok. Melalui pengembangan cita rasa serta inovasi produk, usaha ini berupaya menghadirkan kuliner tradisional dengan sentuhan yang lebih modern agar tetap relevan dengan selera pasar.

BACA JUGA:Tiket Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Italia Tantang Bosnia-Herzegovina, Berikut Jadwal Pertandingan Lainnya

Produk Tercabaikan dikenal dengan cita rasa yang kaya akan bumbu serta beragam pilihan topping dan isian. Inovasi juga terus dilakukan untuk menjaga daya tarik produk, termasuk menghadirkan berbagai varian menu seperti kupat tahu dengan sambal geprek atau chili oil, hingga baso aci yang dapat disajikan dalam berbagai pilihan kuah seperti keju, seblak, maupun soto.

Pemilik usaha Tercabaikan Inggra DP mengungkapkan bahwa ide memulai usaha tersebut muncul setelah dirinya melihat tingginya minat masyarakat terhadap kuliner baso aci saat berkunjung ke Garut. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mencoba membuat versi sendiri di rumah hingga akhirnya berkembang menjadi usaha yang dijalankan hingga saat ini.

BACA JUGA:Prancis Sikat Brasil 2-1, Mbappe-Hugo Ekitike Cetak Gol

“Usaha ini berawal dari keputusan saya untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Ide membuat baso aci muncul ketika saya berkunjung ke Garut dan melihat sebuah toko baso aci yang sangat ramai hingga para pembeli rela mengantre sejak subuh. Dari situ timbul rasa penasaran, lalu saya mencoba membuat versi sendiri di rumah dan menjadikannya oleh-oleh untuk keluarga,” ujarnya.

Respons positif dari keluarga dan lingkungan sekitar mendorong usaha tersebut berkembang secara bertahap. Pada momen syukuran pernikahannya pada tahun 2017, Inggra juga membagikan baso aci kepada keluarga dan tetangga. Dari momen tersebut mulai muncul sejumlah pesanan pre-order yang kemudian menjadi titik awal berkembangnya usaha Tercabaikan hingga saat ini.

BACA JUGA:Dramatis! Kosovo Atasi Slovakia 4-3, Play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026

Dalam perjalanan membangun usaha, berbagai tantangan juga dihadapi, terutama pada tahap awal ketika seluruh proses usaha masih dijalankan sendiri, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, hingga pemasaran. Pengembangan pemasaran juga dilakukan melalui berbagai kanal digital seperti website, marketplace, media sosial, WhatsApp Business, serta layanan pesan antar.

Seiring berkembangnya usaha, Inggra juga terus berupaya meningkatkan kapasitas bisnisnya melalui berbagai pelatihan. Salah satunya dengan memanfaatkan platform LinkUMKM BRI, khususnya melalui program pelatihan yang diselenggarakan di Rumah BUMN Bandung.

BACA JUGA:Jelang Laga FIFA Series 2026, Elkan Baggott Siap Bawa Kualitas Kepemimpinan ke Timnas Indonesia

“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI sekitar tahun 2020 saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN. Dari sanalah saya diperkenalkan dengan berbagai program pelatihan yang disediakan oleh LinkUMKM. Menurut saya program ini sangat bermanfaat karena menyediakan pelatihan gratis yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, bahkan hingga topik-topik yang sedang tren seperti pelatihan mengenai kecerdasan buatan,” jelasnya.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar. Platform ini menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung 750 modul pembelajaran untuk memperkuat kemampuan soft skill maupun hard skill pelaku usaha.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dirancang sebagai ekosistem pembelajaran yang membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas usaha secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait