KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Perang AS-Israel v Iran, 1.900 Kapal Masih Tertahan di Selat Hormuz

Perang AS-Israel v Iran, 1.900 Kapal Masih Tertahan di Selat Hormuz

Ilustrasi jalur pelayaran di Selat Hormuz, Teluk Persia. /ANTARA/Anadolu/py.--

LONDON, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Sekitar 1.900 kapal komersial tertahan di kawasan Selat Hormuz, terutama di Teluk Persia, sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Dikutip dari Antara, sejak awal serangan, Teheran secara efektif menutup jalur perairan strategis tersebut bagi kapal-kapal yang terkait dengan negara penyerang, sehingga lalu lintas maritim di selat itu terhenti.

BACA JUGA:Kadinkes Tanjabtim Sidak RSUD Nurdin Hamzah, Pastikan Pelayanan Tetap Optimal Saat Libur Lebaran

Kapal-kapal di kawasan yang bersiap melintasi selat tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat ketegangan militer, dengan sebagian besar kapal yang tertahan menjatuhkan jangkar di perairan terbuka.

Teheran menyatakan bahwa kapal dari negara selain AS dan Israel tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak terlibat atau mendukung agresi terhadap Iran serta mematuhi sepenuhnya aturan keselamatan dan keamanan.

BACA JUGA:Penunjukan Direktur BUMD Muaro Jambi Disorot, Seleksi Minim Transparansi dan Diduga Sarat Kepentingan Politik

Juru bicara komando terpadu angkatan bersenjata Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaqari, Rabu (25/3) mengatakan bahwa pihak Iran telah mengubah aturan di selat tersebut dan situasi tidak akan kembali seperti sebelum perang, seraya menegaskan bahwa entitas yang terkait dengan AS dan Israel tidak memiliki hak untuk melintas.

Berdasarkan data pelacak kapal real-time MarineTraffic pada periode 20 hingga 22 Maret, sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak di sekitar Selat Hormuz.

BACA JUGA:Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkab Tanjab Barat Kolaborasi Gelar Arus Balik Gratis

Di antara kapal yang tertahan terdapat sekitar 324 kapal curah, 315 kapal pengangkut minyak atau produk kimia, 267 kapal pengangkut produk minyak, dan 211 kapal tanker minyak mentah.

Sekitar 190 juta barel minyak mentah dan produk minyak berada di atas kapal tanker yang tertahan di kawasan tersebut, kata perusahaan analisis Vortexa.

BACA JUGA:Mayat Misterius Ditemukan di Semak-semak Sengeti, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Selain itu, terdapat 177 kapal kargo umum, 174 kapal kontainer, 98 kapal pengangkut gas petroleum cair, 42 kapal pengangkut aspal atau bitumen, 37 kapal angkut berat, serta 34 kapal tanker LPG atau kimia di kawasan tersebut, sementara sisanya terdiri dari berbagai jenis kapal lain seperti kapal Ro-Ro, kapal pengangkut bahan bakar, dan kapal angkut berat.

Perusahaan pelayaran Jerman Hapag-Lloyd melaporkan bahwa enam kapalnya tidak dapat beroperasi di Teluk Persia di tengah ketegangan yang berlangsung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: