KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Puncak Arus Balik, 128.821 Penumpang Padati Pelabuhan Bakauheni

Puncak Arus Balik, 128.821 Penumpang Padati Pelabuhan Bakauheni

Suasana pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua saat memadati di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung. ANTARA/Riadi Gunawan--

LAMPUNG, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Sebanyak 128.821 penumpang memadati Pelabuhan Bakauheni, Lampung saat puncak arus balik libur hari raya Idul Fitri 1447 Hijrah atau Lebaran 2026.

General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba di Lampung Selatan, Rabu mengatakan puncak arus balik Lebaran 2026 telah terjadi pada H+2 atau Selasa (24/3) kemarin.

BACA JUGA:21 Ribu Jiwa Penerima BPJS PBI di Batang Hari Dinonaktifkan

“Berdasarkan data 24 jam dari posko ASDP, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+2 dan H+3 mencapai 128.821 orang atau naik 51 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 85.287 orang,” kata dia dikutip dari Antara.   

Sementara itu katanya, untuk kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada sebanyak 18.137 unit. Kendaraan roda empat mencapai 16.293 unit atau naik 41,8 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 11.494 unit.   

BACA JUGA:Pasca Lebaran, Wabup A. Khafidh Minta Pasar Bangko Segera Dibersihkan

Meski terdapat lonjakan, pihaknya memastikan tidak ada penumpukan kendaraan di area kantong parkir ataupun di pintu masuk pelabuhan.

Oleh karena itu ASDP cabang Bakauheni telah menyiagakan ratusan petugas gabungan untuk menghadapi penumpukan kendaraan.

Sebab, ASDP juga telah memprediksi akan akan ada puncak arus balik gelombang kedua yang akan terjadi pada tanggal 28 hingga 29 Maret 2026.

BACA JUGA:Ular Kobra Menyelinap di Rumah Warga, Damkarmat Muaro Jambi Sigap Evakuasi

Selain dengan kesiapan menghadapi lonjakan pengguna jasa penyeberangan selama masa angkutan Lebaran, pihak ASDP juga telah menyiapkan seluruh kebutuhan operasional secara matang.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat yang akan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak Banten untuk memahami kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: