KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Bangun Ketangguhan Kesehatan Pascabanjir, Mahasiswa Berdampak UNJA Terjun Langsung ke Batu Busuk

Bangun Ketangguhan Kesehatan Pascabanjir, Mahasiswa Berdampak UNJA Terjun Langsung ke Batu Busuk

Bangun Ketangguhan Kesehatan Pascabanjir, Mahasiswa Berdampak UNJA Terjun Langsung ke Batu Busuk, Lambung Bukit, Kota Padang-Ist-

PADANG, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Kota Padang, Banjir bandang yang menerjang kawasan Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang beberapa bulan lalu meninggalkan luka yang dalam, tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada kesehatan fisik dan psikologis warganya. Menjawab tantangan itu, Universitas Jambi (UNJA) menghadirkan tim lintas disiplin yang terdiri dari empat dosen, satu tenaga kependidikan, dan 20 mahasiswa program studi S1 Kedokteran, Profesi Dokter, dan S1 Keperawatan untuk mendampingi masyarakat selama satu bulan penuh dari 28 Januari hingga 28 Februari 2026 di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang

BACA JUGA:Ombudsman Sorot Angkutan Sungai di Jambi

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan skema intervensi kesehatan terintegrasi mencakup empat klaster layanan meliputi SMART Antropometri Digital, Pemeriksaan Kesehatan Kulit, Skrining dan Trauma Healing, serta Optimalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Pascabencana yang semuanya dilaksanakan serentak di Posyandu Puskesmas Pauh, Sekolah Dasar Bustanul Ulum Semen Padang, dan wilayah kerja UPTD Puskesmas Pauh.


Bangun Ketangguhan Kesehatan Pascabanjir, Mahasiswa Berdampak UNJA Terjun Langsung ke Batu Busuk, Lambung Bukit, Kota Padang-Ist-

Tim yang dipimpin Dr. dr. Fitriyanti, Sp.DVE., bersama dr. Huntari Harahap, M.Biomed., Ns. Riska Amalya Nasution, M.Kep., Sp.Kep.J., I Made Dwi Mertha Adnyana, M.Ked.Trop., dan dr. Ghozi Fadlul Ramadhan, S.Ked., dilepas langsung oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNJA, Prof. Amirul Mukminin, S.Pd., M.Sc., Ed., Ph.D. Dalam sambutannya saat pelepasan tim, Prof. Amirul menegaskan bahwa program ini bukan sekadar respons darurat.

BACA JUGA:Kepadatan Lalin Makin Tinggi,Bupati Merangin Optimis Peralihan Status Jalan Jalur Tiga ke Nasional Terealisasi

“Program ini bukan sekadar aksi kemanusiaan sesaat. Ini adalah bentuk nyata tanggung jawab perguruan tinggi dalam memulihkan masyarakat secara menyeluruh—dari kesehatan fisik, gizi anak, hingga kesehatan jiwa warga terdampak bencana. Kami ingin UNJA hadir bukan hanya di kelas, tetapi juga di tengah denyut kehidupan masyarakat yang membutuhkan” tegas Prof. Amirul.

Di bidang gizi, tim melaksanakan skrining antropometri terhadap 147 balita di tiga Posyandu binaan Puskesmas Pauh menggunakan SMART Antropometri Digital di mana perpaduan timbangan digital, stadiometer digital, dan pita LILA dengan tingkat presisi di atas 95 persen. Hasilnya ditemukan 1 balita obesitas, 3 balita gizi lebih, dan 36 balita gizi kurang yang segera mendapat intervensi pemberian makanan tambahan (PMT) pemulihan. Validitas data status gizi pun melonjak signifikan dari 60 persen dengan metode timbangan dacin manual menjadi 98 persen dengan sistem digital.


Bangun Ketangguhan Kesehatan Pascabanjir, Mahasiswa Berdampak UNJA Terjun Langsung ke Batu Busuk, Lambung Bukit, Kota Padang-Ist-

Di Sekolah Dasar Bustanul Ulum Semen Padang, skrining serupa menyasar 92 siswa kelas 1 hingga 6 dengan akurasi di atas 99 persen. Dari pemeriksaan ini, teridentifikasi 6 siswa dengan indikasi gizi kurang (wasting/stunting) yang memerlukan rujukan ke Puskesmas. Data lengkap status gizi seluruh siswa juga diserahkan kepada pihak sekolah dan direkomendasikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN) setempat guna mempercepat pemulihan gizi mayarakat. 

Kepala UPTD Puskesmas Pauh menyambut baik kehadiran tim UNJA di wilayah kerjanya. “Selama ini kami kekurangan tenaga untuk melakukan pemantauan gizi secara menyeluruh pascabencana. Kehadiran tim mahasiswa UNJA dengan teknologi SMART Antropometri benar-benar membantu kami menjangkau lebih banyak balita dan siswa yang selama ini luput dari pantauan. Data yang mereka hasilkan langsung kami integrasikan ke sistem e-PPGBM kami," ungkap Kepala UPTD Puskesmas Pauh. 

Tidak kalah mengkhawatirkan adalah kondisi kesehatan kulit warga pascabanjir. Tim melakukan pemeriksaan pada 52 warga dan menemukan beragam kasus diaantaranya 8 kasus dermatitis, 11 kasus tinea, 4 kasus skabies, 3 kasus kandidiasis kutis, 2 kasus urtikaria, 2 kasus luka terinfeksi, dan 1 kasus selulitis. Sebagai tindak lanjut, dibagikan paket Hygiene Kit dan dilaksanakan 6 sesi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di berbagai titik, termasuk di Masjid Al-Ikhlas dan melalui kegiatan home care. Di sisi lain, tim juga menjalankan surveilans penyakit tropis terhadap 62 warga. Kasus-kasus berat segera dirujuk, sementara edukasi pencegahan penyakit seperti DBD, Leptospirosis, Chikungunya, Malaria, dan ISPA digencarkan bersama pihak Puskesmas. Hasil surveilans ini kemudian disusun menjadi peta epidemiologi risiko dan sistem early warning berbasis komunitas di wilayah ini. 

Salah satu temuan yang paling menyentuh hati adalah kondisi psikologis anak-anak. Tim melakukan skrining psikososial terhadap 113 warga yang terdiri dari 66 dewasa, 27 lansia, dan 20 anak dan menemukan 26 orang terindikasi mengalami trauma. Di sekolah, skrining psikologis menggunakan kuesioner Children's Revised Impact of Event Scale (CRIES-8) terhadap 92 siswa mengidentifikasi 22 siswa dengan indikasi trauma ringan hingga sedang.

Dua puluh dua siswa tersebut kemudian mengikuti 3 sesi trauma healing yang dirancang khusus melalui pendekatan play therapy, art therapy, dan storytelling. Hasilnya 80 persen peserta menunjukkan penurunan skor CRIES-8 minimal 30 persen yang mengindikasikan pemulihan psikologis yang signifikan. Dua guru pendamping juga dilatih dalam teknik dasar trauma healing anak pascabencana agar dampak program dapat berlanjut setelah tim UNJA kembali ke Jambi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait