Pulang ke Tanah Pusako, Bupati M. Syukur Bernostalgia di Dusun Melako
Pulang ke Tanah Pusako, Bupati M. Syukur Bernostalgia di Dusun Melako--
BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Ada suasana yang berbeda dalam Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Merangin, Kamis (12/03).
Langkah kaki Bupati Merangin, M. Syukur terasa lebih ringan saat memasuki Dusun Melako, Desa Seringat, Kecamatan Sungai Manau. Baginya, ini bukanlah soal kunjungan kerja formal, melainkan sebuah perjalanan pulang menuju rumpun akar keluarga.
BACA JUGA:Bupati M. Syukur: Bapak dan Ibu Pahlawannya, Jangan Bilang Orang Ya, Hari Ini Sudah Gajian
Bersama sang istri, Lavita Syukur, Bupati memilih Masjid M. Syukur sebagai pusat kegiatan. Nama masjid ini mungkin terkesan familiar. Tapi, bagi warga setempat, rumah ibadah ini adalah simbol bakti sang Bupati yang berdiri kokoh di atas "Tanah Tuo" atau tanah pusako almarhum ayahnya, H. Usman.
Menurut warga setempat, Masjid ini dibangun pada periode kedua M. Syukur menjabat di DPD RI sekitar tahun 2015 silam. Tak hanya membangun Masjid, Bupati M. Syukur juga berencana membangun pondok pesantren.
BACA JUGA:Ramadhan Berbagi Rumah Qur’an Mehrunnisah Bersama 15 Anak Yatim
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur sempat bernostalgia tentang alasan di balik pembangunan masjid tersebut.
"Dulu, warga di sini sering was-was kalau mau sholat Subuh di masjid lama yang di bawah karena sering banjir. Berangkat dari situ, bismillah, saya bangun masjid ini. Meski belum sempurna, alhamdulillah sudah bisa kita makmurkan bersama," ujarnya di hadapan jemaah yang mayoritas masih memiliki hubungan kerabat.
BACA JUGA:Kadiv Yankum Kanwil Kemenkum Jambi Hadiri Diseminasi Kajian Pengembangan UMKM di Kawasan Muara Jambi
Sambil berseloroh tentang hitungan malam Ramadan yang ke-23 atau 24 yang menurutnya tak perlu dipusingkan selama Idulfitri tetap tiba, Bupati M. Syukur juga menyelipkan pesan serius mengenai pembangunan.
Ia menyoroti akses jalan menuju Simpang Seringat - Sungai Pinang yang kini sudah mulus setelah dikucurkan anggaran hampir Rp30 miliar. Namun, ada nada kekhawatiran yang ia sampaikan.
"Jalan bagus ini dibangun untuk ekonomi dan pendidikan, bukan untuk balap motor. Jangan sampai aspal yang mulus malah membawa petaka bagi anak-anak kita," pesannya.
BACA JUGA:OTT Ketiga Ramadhan 1447 H, KPK Tangkap Bupati Cilacap
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




