Banjir Bandang Terjang Lereng Gunung Kerinci
Banjir Bandang Terjang Lereng Gunung Kerinci--
KERINCI, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Hujan deras yang disertai angin puting beliung menerjang kawasan Kayu Aro dan Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci Rabu (4/3/2026).
Cuaca ekstrem itu memicu banjir bandang yang merendam sejumlah rumah warga dan meluap hingga ke ruas jalan nasional di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Jelang Mudik Lebaran 2026, Berikut Daftar Lengkap Tarif Tol di Pulau Jawa dan Sumatera
Berdasarkan keterangan warga, hujan lebat yang mengguyur kawasan lereng Gunung Kerinci menyebabkan aliran air turun deras dari perbukitan sambil membawa material batu dan kerikil ke permukiman serta badan jalan.
BACA JUGA:Baznas Merangin Salurkan Rp 3,65 Miliar untuk Fakir Miskin dan Anak Yatim, Wabup: Semoga Bermanfaat
Salah seorang warga Desa Tangkil, Kecamatan Gunung Tujuh, Warno, mengatakan angin puting beliung datang bersamaan dengan hujan deras dan langsung menerjang permukiman warga.
“Angin puting beliung datang bersamaan dengan hujan deras sekitar pukul 14.00 WIB dan menerjang Desa Tangkil,” kata Warno.
BACA JUGA:PTPN IV Regional IV Kirim 100 Humpers ke Masjid-Masjid
Selain merusak sejumlah rumah, banjir bandang juga meluap hingga ke ruas jalan nasional di kawasan tersebut. Air bercampur batu dan kerikil yang turun dari arah Gunung Kerinci menutup sebagian badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas.
Wely, warga Gunung Tujuh, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut salah satu penyebab air dengan cepat masuk ke permukiman adalah tidak adanya saluran drainase yang memadai.
BACA JUGA:Gantungan Kunci Bertema Budaya Jambi, Karya Mahasiswi UNJA di Bazar Ramadan
“Karena tidak ada saluran drainase, air hujan langsung mengalir ke halaman rumah warga dan akhirnya masuk ke dalam rumah,” kata Wely.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan, terutama dengan membangun saluran drainase yang layak guna mencegah banjir kembali terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa membuat drainase yang baik supaya air tidak langsung mengalir ke rumah warga,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




