Jambi Defisit Energi Listrik, Dua Pembangkit Tak Mampu Menutupi
Ilustrasi petugas PLN--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID-Provinsi JAMBI ternyata masih defisit energi listrik.
Dua pembangkit di bawah naungan PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jambi ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan energi listrik di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Dua pembangkit itu yakni, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Payo Selincah di Kota Jambi dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sungai Gelam di Kabupaten Muaro Jambi.
BACA JUGA:Lebaran 2026, Konektivitas Sumatera Tengah Makin Mudah Berkat Tiga Tol JTTS, Berikut Penjelasannya
Kapasitas dua pembangkit itu diketahui saat paparan Manager PLN UBP Jambi Vicentius Fanny Janu Fidianto saat berdiskusi dengan anggota Komisi XII DPR RI Fraksi NasDem Dapil Provinsi Jambi, Sy Fasha, beberapa hari lalu di Jambi.
Dalam paparannya, Vincent menyebut, PLTG Payo Selincah dengan kapasitas DTP 50 MW, DMN 46,7 MW dan PLTMG Sungai Gelam dengan DTP 107,3 MW DMN 93,5MW.
BACA JUGA:Arsenal Makin Kokoh di Puncak Klasemen Usai Gebuk Chelsea 2-1
‘’Kemampuan dua pembangkit itu hanya berkisar 150 MW tak mampu mengimbangi kebutuhan Provinsi Jambi sekitar 450 MW, berarti ada devisit sekitar 300 MW’’ ujarnya.
Saat ini, PLTG Payo Selincah menggunakan bahan baku utama gas alam sebagai bahan bakar utama untuk menggerakkan turbin. Sementara PLTMG Sungai Gelam juga menggunakan gas alam sebagai bahan baku utama dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) untuk menggerakkan mesin.
‘’Sejauh ini, untuk pasokan gas ke dua pembangkit kita, tidak ada masalah,’’ sebut Vincent.
BACA JUGA:Terpilih Aklamasi, Khalis Mustiko Pimpin Golkar Tebo
Ia menambahkan, untuk seluruh pembangkit listrik UBP Jambi saat ini sudah menggunakan bahan bakar gas yang dipasok oleh TGI.
‘’Yang menjadi PR kami saat ini adalah terkait suku cadang mesin. Ketika dibutuhkan penggantian komponen mesin dengan suku cadang spesifik, agak susah, karena bengkel yang ada di sini terbatas. Kita terpaksa harus mencari di luar Jambi. Kalau untuk pasokan gas, tidak ada masalah,’’ jelasnya.
Persoalan lainnya disampaikan oleh Manager Keuangan dan Umum Ahmadi. Menurutnya, ada rencana relokasi pembangkit yang di Payo Selincah ke Aceh. Untuk itu, dia berharap bantuan dari Fasha agar relokasi ini tidak dilakukan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




