Iran Balas Serangan AS-Israel, Hantam 14 Pangkalan AS di Timur Tengah
Ilustrasi peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)--
TEHERAN, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Serangan Iran menghantam 14 pangkalan Amerika Serikat yang berada di Kawasan Timur Tengah dan pusat-pusat penting Israel hingga menewaskan ratusan tentara dari keduanya, menurut Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran pada Sabtu.
"Selain pusat keamanan dan militer vital rezim Zionis, serangan juga dilakukan terhadap 14 pangkalan penting AS di kawasan. Ratusan orang dari pasukan agresor AS dan pasukan rezim [Israel] tewas," kata juru bicara markas besar tersebut dikutip dari Antara.
Kantor berita Iran Tasnim, yang mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut, melaporkan bahwa Iran telah menyerang 14 pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Sebelumnya pada hari itu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan infrastruktur militer AS di Timur Tengah.
Sementara itu, Qatar mengecam keras penargetan wilayah mereka oleh rudal balistik Iran, dan mengecamnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayahnya.
BACA JUGA:Kabar Baik! Atlet dan Pelatih KONI Jambi Akan Dapat Perlindungan Asuransi
Serangan tersebut juga dinilai sebagai eskalasi yang tidak dapat diterima yang dapat mengancam keamanan dan stabilitas kawasan, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar, pada Sabtu (28/2).
"Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa Negara Qatar berhak sepenuhnya menanggapi serangan ini sesuai ketentuan hukum internasional dan dengan cara yang proporsional dengan sifat agresi tersebut," menurut pernyataan itu.
Qatar juga berhak untuk merespons serangan tersebut untuk membela kedaulatannya dan untuk melindungi keamanan serta kepentingan nasionalnya.
Kemlu Qatar menekankan bahwa negara tersebut telah dan terus menjadi salah satu pendukung utama dialog dengan Republik Islam Iran, dan secara konsisten menyerukan pendekatan ini sebagai landasan optimal untuk mengatasi perbedaan dan menyelesaikan perselisihan melalui cara damai, guna menyelamatkan kawasan dari risiko eskalasi.
BACA JUGA:Kajian Tarawih di Masjid UI, Menteri Nusron Bicara Sanad Keilmuan dan Etika Kepemimpinan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




