KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Melalui SERAMBI, BI Jambi Tingkatkan Layanan Penukaran Uang

Melalui SERAMBI, BI Jambi Tingkatkan Layanan Penukaran Uang

Melalui SERAMBI, BI Jambi Tingkatkan Layanan Penukaran Uang--

JAMBIEKSPRES.CO.ID - Sebagai bentuk komitmen dalam menyediakan uang Rupiah yang berkualitas dan terpercaya bagi masyarakat, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Jambi kembali menggelar kegiatan penukaran uang tunai dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program "Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026," yang dimulai pada Selasa (18/2) lalu dan akan berlangsung hingga 13 Maret 2026.

BACA JUGA:Diduga Hendak Lakukan Pungli, Polisi Bubarkan Remaja Bakar Ban di Jalinsum Muaro Jambi

Dalam menghadapi momen spesial ini, BI Jambi bekerja sama dengan sejumlah perbankan untuk menyediakan layanan penukaran uang yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Kegiatan penukaran ini dilaksanakan melalui loket-loket perbankan yang tersebar di berbagai titik strategis, serta layanan penukaran terpadu yang tersentralisasi di Museum Siginjai Jambi. 

BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Perkuat Budaya K3 Wujudkan Kerja Aman dan Berkelanjutan

Layanan penukaran yang berlangsung di Museum Siginjai dilaksanakan dari tanggal 24 hingga 26 Februari 2026 selama tiga hari, memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang mereka.

Kepala BI Provinsi Jambi, Tedy Arif Budiman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan uang tunai yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 2026. “Kami mengupayakan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan menyediakan layanan yang lebih baik. Dibandingkan tahun lalu, kami mengalami peningkatan, baik dari sisi kuota penukaran maupun nominal uang yang dapat ditukarkan. Jika tahun lalu paket penukaran maksimal mencapai Rp 4.300.000, tahun ini kami naikkan menjadi Rp 5.300.000 per individu per hari,” jelas Tedy saat meninjau kegiatan penukaran uang di Museum Siginjai, Selasa (24/2/2026).

BACA JUGA:DPR RI Terus Dukung Perlindungan Sosial di Jambi, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp 328 Juta

Adapun mekanisme penukaran uang kali ini memanfaatkan aplikasi digital untuk memudahkan masyarakat yang ingin melakukan penukaran, terlebih dahulu harus melakukan pemesanan melalui Aplikasi Pintar (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah), yang dapat diakses di laman website https://pintar.bi.go.id. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memilih lokasi dan waktu penukaran yang diinginkan sesuai kenyamanan mereka.

BACA JUGA:Uang Rp1,7 Miliar Dikembalikan, Kasus Korupsi PJU Kerinci Tetap Berlanjut

Setiap orang yang ingin menukarkan uang dapat melakukannya dengan maksimal paket senilai Rp5,3 juta. Rincian paket penukaran adalah sebagai berikut: Rp50.000 sebanyak 50 lembar, Rp20.000 sebanyak 50 lembar, Rp10.000 sebanyak 100 lembar, Rp5.000 sebanyak 100 lembar, dan Rp1.000 sebanyak 100 lembar. Penukaran uang ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri, yang umumnya meningkat seiring dengan tradisi pemberian angpao atau penggunaan uang tunai dalam kegiatan sosial dan ekonomi. 

BACA JUGA:Kajian Tarawih di Masjid UI, Menteri Nusron Bicara Sanad Keilmuan dan Etika Kepemimpinan

BI Jambi juga memastikan bahwa proses penukaran berjalan dengan lancar dan terorganisir. Diharapkan melalui program SERAMBI ini, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh uang tunai yang baru, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dengan layanan yang lebih efisien dan berbasis teknologi, Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memastikan ketersediaan uang Rupiah yang berkualitas dan terpercaya menjelang momen besar keagamaan seperti Ramadan dan Idul Fitri. 

Tedy juga menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi jadwal yang telah ditentukan agar proses penukaran uang berjalan dengan lancar dan terorganisir. "Kami mengimbau agar masyarakat datang sesuai dengan waktu yang telah dipilih dalam aplikasi untuk menghindari antrian panjang dan kerumunan yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Dengan datang tepat waktu, proses penukaran dapat berjalan lebih efisien, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menukarkan uang,” imbuh Tedy. (kar)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait