KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

99 Persen CPO PTPN IV PalmCo Terserap Dalam Negeri, Sertifikasi Tetap Dikejar

99 Persen CPO PTPN IV PalmCo Terserap  Dalam Negeri, Sertifikasi Tetap Dikejar

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Subholding PTPN III (Persero) PTPN IV PalmCo memastikan pemenuhan standar keberlanjutan global dan nasional tetap berjalan, meski hampir seluruh produksi minyak sawit mentahnya diserap pasar domestik.

Data perusahaan hingga 2025 menunjukkan sebanyak 2,7 juta ton minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) atau sekitar 99 persen produksi PalmCo dipasarkan di dalam negeri untuk mendukung ketahanan pasokan nasional.

BACA JUGA:Harmoni Miniatur Indonesia, Mengelola 70 Ribu Tenaga Kerja Multikultur Jadi Kunci Produktivitas PTPN IV Palmco

“Meski produk kami ditujukan untuk kebutuhan dalam negeri, kualitas operasional dan komitmen keberlanjutan tetap harus berada di standar tertinggi global,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa berdasarkan keterangannya, Jakarta, Kamis dikutip dari Antara.

BACA JUGA:Punggahan Ramadan 1447 H, Dirut PTPN IV PalmCo Ajak Insan Perusahaan Jadikan Kerja sebagai Ibadah

Ia memastikan orientasi pasar domestik tidak mengurangi komitmen perusahaan terhadap praktik usaha berkelanjutan.

Jatmiko menegaskan sertifikasi keberlanjutan tidak hanya menjadi persyaratan pasar, melainkan bagian dari tata kelola perusahaan yang transparan dan bertanggung jawab.

BACA JUGA:Olah Limbah 17 PKS, PTPN IV PalmCo dan PT Renikola Bangun 16 Pabrik Biomethane Serap Ribuan Tenaga Kerja

"Sertifikasi ini bukan semata label, melainkan cerminan tata kelola dan transparansi," ujar dia.

Untuk standar Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), PalmCo mencatat 67 dari 71 pabrik kelapa sawit atau sekitar 94,36 persen telah tersertifikasi, sementara di sektor hulu sebanyak 124 dari 149 kebun atau 83,22 persen telah mengantongi sertifikat tersebut.

BACA JUGA:Mudik Gratis Lebaran 2026, PalmCo Sediakan 1.000 Lebih Kursi

Capaian serupa juga terlihat pada pemenuhan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai standar mandatori nasional, dengan 68 dari 71 pabrik atau 95,77 persen serta 136 dari 149 kebun atau 91,27 persen dinyatakan memenuhi ketentuan.

Selain sertifikasi, perusahaan memperkuat aspek keterlacakan rantai pasok melalui penerapan sistem pelacakan bahan baku tandan buah segar dari kebun hingga pabrik.

Direktur Strategy and Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo mengatakan sejumlah pabrik telah menjadi percontohan penerapan sistem keterlacakan terintegrasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait