MITSUBISHI JANUARI 2026

Jalur Pendakian Gunung Kerinci Resmi Dibuka

Jalur Pendakian Gunung Kerinci Resmi Dibuka

Jalur Pendakian Gunung Kerinci Resmi Dibuka-Ist-

SUNGAIPENUH, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Kabar baik bagi para pecinta alam. Setelah ditutup lebih dari satu bulan akibat peningkatan aktivitas kegempaan, jalur pendakian Gunung Kerinci resmi kembali dibuka untuk umum.

BACA JUGA:Wujudkan Harmoni, SKK Migas PetroChina dan Warga Sungai Keruh Bersinergi Jaga Aset Energi Nasional

Pembukaan jalur dilakukan menyusul kondisi gunung yang berangsur stabil. Meski demikian, status gunung tertinggi di Sumatera itu masih berada pada Level II atau Waspada. Para pendaki diminta tetap meningkatkan kewaspadaan selama berada di kawasan gunung.

BACA JUGA:Kedepankan Dialog Humanis, SKK Migas PetroChina Sukses Tata Kembali Lahan BMN Migas di Tebing Tinggi

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kerinci Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), David, menjelaskan bahwa aktivitas pendakian sudah dapat dilakukan sejak 12 Februari 2026. Namun terdapat aturan yang wajib dipatuhi, terutama terkait batas aman pendakian.

“Pendaki hanya diperbolehkan berada di luar radius tiga kilometer dari bibir kawah. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Pembukaan kembali jalur ini merujuk pada rekomendasi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral setelah terjadi penurunan aktivitas vulkanik dalam beberapa waktu terakhir.

Antusiasme pendaki mulai terlihat. Pada Jumat (13/2/2026), tercatat 12 orang telah melakukan registrasi dan memulai pendakian. Pihak pengelola mengimbau seluruh calon pendaki untuk melapor kepada petugas sebelum naik, mematuhi batas radius aman, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dengan dibukanya kembali jalur pendakian ini, diharapkan aktivitas wisata alam di kawasan Kerinci kembali bergeliat tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Selain pembukaan jalur, wacana kewajiban penggunaan guide lokal bagi pendaki Gunung Kerinci juga semakin menguat.

Dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut dan statusnya sebagai gunung berapi aktif, Kerinci menawarkan jalur ekstrem, cuaca yang cepat berubah, serta hutan lebat khas kawasan TNKS. Karena itu, penggunaan pemandu lokal dinilai penting demi keselamatan dan keberlanjutan wisata.

Faktor Keselamatan di Gunung Aktif

Sebagai gunung api aktif, Kerinci sewaktu-waktu dapat mengalami peningkatan aktivitas. Jalur menuju puncak dikenal curam, berpasir, dan licin, terutama saat hujan atau kabut tebal turun. Guide lokal memahami titik rawan longsor, jalur alternatif, serta prosedur darurat jika terjadi erupsi atau pendaki tersesat.

Serta Mengurangi Risiko Pendaki Tersesat

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: