MITSUBISHI JANUARI 2026

Jamaah Ponpes Mahfilud Dluror Sudah Mulai Puasa Hari Ini

Jamaah Ponpes Mahfilud Dluror Sudah Mulai Puasa Hari Ini

Jamaah Mahfilud Dluror menjalankan ibadah shalat tarawih pada Senin (16/2/2026) malam dan mulai menjalankan ibadah puasa pada Selasa (17/2/2026). ANTARA/HO-Ponpes Mahfilud Dluror--

JEMBER, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Sebagian warga Kabupaten Jember dan Bondowoso, Jawa Timur yang merupakan jamaah Pondok Pesantren Mahfilud Dluror menjalankan ibadah puasa Ramadhan lebih awal, yakni pada Selasa.

"Kami sudah menjalankan ibadah shalat tarawih pada Senin (16/2) malam dan mulai hari ini kami berpuasa yang diikuti seluruh jamaah dan alumni, serta warga yang berada di sekitar pondok pesantren yang jumlahnya mencapai ribuan warga," kata Pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Dluror KH Ali Wafa di Jember, Selasa dikutip dari Antara.

BACA JUGA:Berikut Informasi Terkini Trafik Long Weekend Perayaan Imlek di JTTS Periode 14 Februari 2026

Ia mengatakan penetapan awal puasa berdasarkan keyakinan yang menggunakan acuan sistem khumasi (dari Bahasa Arab artinya lima/khomsatun) yang berdasarkan pada kitab Nushatul Majaalis karangan Syeh Abdurrohman As Shufuri As Syafi'i yang sudah dijalankan selama 198 tahun.

BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Selasa 17 Februari 2026, Turun Lagi Jadi Rp2,918 juta/gr

"Sistem penghitungan khumasi, yakni penentuan awal puasa tahun ini bisa dengan cara menghitung lima hari dari awal puasa tahun sebelumnya, sehingga awal Ramadhan tahun depan juga sudah dapat ditentukan," tuturnya.

Pada tahun 2025, awal Ramadhan jatuh pada hari Jumat, sehingga lima hari dari awal puasa tahun 2025, yakni Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, dan Selasa merupakan awal Ramadhan 1447 Hijriah bagi warga di lingkungan Ponpes Mahfilud Dluror yang berada di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso.

BACA JUGA:Update Harga Emas Pegadaian Selasa 17 Februari 2026, UBS Rp2,988 juta/gr dan Galeri24 Rp2,971 juta/gr

Penentuan awal puasa di Pesantren Mahfilud Dluror juga berdasarkan kitab salaf Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais yang diterapkan sejak tahun 1826, sehingga tidak menggunakan metode hisab dan rukyat seperti yang dilaksanakan pemerintah dan Muhammadiyah.

"Kami berharap perbedaan penetapan awal puasa di Pesantren Mahfilud Dluror tersebut juga dihargai umat Muslim lainnya dengan keyakinan masing-masing dan selama ini tidak ada masalah karena perbedaan bisa menjadi rahmat bagi umat Muslim.

BACA JUGA:Imlek 2577 Kongzili, Mentera Agama: Semoga Tahun ini Membawa Kedamaian dan Kesejahteraan

Sementara itu, berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2).

Sedangkan pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada Selasa sore, sidang itu menjadi forum resmi penetapan awal Ramadhan bagi umat Islam di Indonesia dengan prosesnya diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan data hisab. (*)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait