MITSUBISHI JANUARI 2026

Wagub Sani Apresiasi Terbentuknya Program Dokter Spesialis UNJA

Wagub Sani Apresiasi Terbentuknya Program Dokter Spesialis UNJA

Wagub Sani Apresiasi Terbentuknya Program Dokter Spesialis UNJA-Ist-

JAMBI,  JAMBIEKSPRES.CO.ID - Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I mengapresiasi dibentuknya program dokter spesialis Universitas Jambi (UNJA). Momentum ini dinilainya sebagai langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan, guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Provinsi Jambi. 

BACA JUGA:Hari Kedua Lokakarya KUHP-KUHAP Baru, Kepala Kanwil Kemenkum Jambi Ikuti Sesi Panel

Apresiasi tersebut disampaikannya saat Peresmian Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Jambi, bertempat di Auditorium Lt.6 Gedung FKIK Universitas Jambi, Rabu (11/2/2026) pagi. 

BACA JUGA:Pelatihan Paralegal Gelombang II Tahun 2026 Resmi Ditutup, Kanwil Kemenkum Jambi Siapkan Agen Edukasi Hukum

Hadir pada kesempatan ini Dekan FKIK UNJA Dr. dr. Humaryanto dan jajarannya, Perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Bupati/Wali Kota se-Provinsi Jambi yang hadir secara virtual serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan dan arahannya Wagub Sani menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD Provinsi Jambi Tahun 2025-2029, menyebutkan bahwa kesehatan untuk semua merupakan landasan utama pembangunan manusia yang berkualitas dan produktif. Akses yang merata terhadap layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berdaya. 

“Oleh karena itu, penguatan sistem pelayanan kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh, mencakup ketersediaan fasilitas, tenaga medis serta pembiayaan kesehatan yang berkeadilan. Selain itu, upaya promotif dan preventif juga harus diutamakan untuk menurunkan beban penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Dalam hal ini, kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi kesehatan serta peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat menjadi tujuan pembangunan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Wagub Sani.

Menurut Wagub Sani, pembangunan kesehatan tidak bisa dilepaskan dari bidang pendidikan. Kebijakan bidang pendidikan yang bermutu, berkualitas, dan merata dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi kesenjangan hidup kesehatan masyarakat dan memfasilitasi akses terhadap layanan kesehatan. 

“Pemerintah Provinsi Jambi mendukung upaya pemerintah pusat dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan melalui Program Hasil Cepat Terbaik di bidang pendidikan. Program Hasil Cepat Terbaik di bidang pendidikan, khususnya terkait dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis, diharapkan dapat semakin mendekatkan akses pendidikan kedokteran spesialis di Provinsi Jambi sebagai upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan yang inklusif dan merata,” ungkapnya.

Wagub Sani juga menambahkan bahwa launching Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Jambi ini menjadi kabar baik bagi pemerataan tenaga kesehatan ahli di Provinsi Jambi.

 “Kita semua memahami bahwa pendidikan dokter spesialis memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan spesifik masyarakat akan layanan medis yang lebih mendalam dan berfokus,” tambhanya.

“Besar harapan kita bersama keberadaan Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Jambi dapat memenuhi pemerataan dokter spesialis hingga di daerah 3T Provinsi Jambi serta berkontribusi dalam peningkatan layanan kesehatan di Provinsi Jambi,” tambahnya. 

“Dan peresmian Program Pendidikan Dokter Spesialis ini tidak hanya menjadi salah satu upaya transformasi FKIK Universitas Jambi, melainkan hendaknya dapat dioptimalkan untuk menciptakan dokter spesialis andal di masa depan,” imbuhnya.

“Evaluasi berkala harus dilaksanakan untuk memastikan pencapaian komptensi yang sesuai dengan standar. Pihak terkait dan pemangku kepentingan harus memastikan agar peserta didik tidak hanya menguasai materi secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan klinis yang cukup untuk menangani berbagai kasus medis,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: