Kasus Keracunan MBG di Sengeti, 27 Pasien Masih Dirawat
Kasus Keracunan MBG di Sengeti, 27 Pasien Masih Dirawat,-Ist-
SENGETI, JAMBIEKSPRES.CO– Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti menyusul dugaan keracunan massal yang dialami siswa, guru, hingga orang tua murid usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (30/1).
Penutupan dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium sampel makanan.
BACA JUGA:Polisi Bakar 10 Alat Tambang Emas Ilegal di Maro Sebo Ulu, Pelaku Tidak Ditemukan
Sekretaris Daerah Muaro Jambi, Budhi Hartono, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Koordinator SPPG. Mulai hari ini operasional dihentikan sampai hasil investigasi keluar,” ujarnya, Sabtu (31/1).
BACA JUGA:Penuhi Janji untuk Almarhum Raffi, Ketua DPRD Kota Jambi Bangun Jalan Lingkungan di Simpang Rimbo
Menurut Budhi, sampel makanan telah diamankan untuk diperiksa. Proses investigasi melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
Hasilnya, kata dia, akan diserahkan ke BGN pusat untuk menentukan sanksi maupun kelanjutan operasional.
BACA JUGA:Mulai 1 Februari 2026, Harga Pertamax Turun Jadi Rp11.800
“Pemda hanya membantu proses pemeriksaan. Kewenangan penindakan ada di BGN,” katanya.
SPPG Sengeti diketahui berada di bawah naungan Yayasan Aziz Rukiyah Amanah. Pemerintah daerah juga berencana memanggil pengelola yayasan, pihak ketiga, hingga investor yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di Muaro Jambi sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh
“Senin semua SPPG akan kita panggil untuk evaluasi serius,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang didapat, Yayasan Aziz Rukiyah Amanah ini ada 4 SPPG yang dikelola untuk wilayah Muaro Jambi sendiri yakni SPPG Sengeti, RT 13 Kelurahan Sengeti, SPPG Kebon IX Sungai Gelam, SPPG Niaso, RT 04 Desa Niaso dan SPPG Bukit Baling, RT 03 Desa Bukit Baling.
BACA JUGA:Angin Kencang, Nelayan Enggan Melaut, Pasokan Ikan Berkurang
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



