Wali Kota: Program Kota Jambi Bahagia Harus Nyata, Bukan Sekadar Laporan
Wali Kota: Program Kota Jambi Bahagia Harus Nyata, Bukan Sekadar Laporan-Ist-
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmen penuh dalam mewujudkan program unggulan Kota Jambi Bahagia. Keseriusan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kinerja oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Jambi, Kamis (30/1), di Rumah Dinas Wali Kota Jambi.
BACA JUGA:Diduga Keracunan MBG, Terkonfirmasi Sudah 25 Siswa di Muaro Jambi Dilarikan ke Rumah Sakit
Wali Kota Jambi Maulana menegaskan, perjanjian kinerja tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Dokumen tersebut merupakan kontrak kerja yang menuntut tanggung jawab nyata dalam bentuk pelayanan publik dan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
BACA JUGA:Puluhan Siswa di Muaro Jambi Diduga Keracunan Makanan Program MBG
“Ini bukan formalitas. Perjanjian kinerja adalah komitmen kita bersama agar seluruh program berjalan nyata, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat Kota Jambi,” tegas Maulana.
Ia mengingatkan, seluruh OPD wajib bekerja selaras dengan visi pembangunan daerah dan fokus pada hasil, bukan semata mengejar serapan anggaran. Setiap target yang telah ditandatangani akan dievaluasi dan harus dapat dipertanggungjawabkan secara kinerja.
Program unggulan Kota Jambi Bahagia menyentuh berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan berbasis lingkungan melalui Program Kampung Bahagia, penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kualitas pelayanan dasar.
Maulana menyebutkan, sejumlah program telah berjalan dan mulai menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. Karena itu, konsistensi dan kesinambungan pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan.
“Kita ingin pembangunan Kota Jambi benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya terlihat di atas kertas laporan,” ujarnya.
Selain itu, perjanjian kinerja dinilai sebagai instrumen penting untuk memperkuat disiplin dan profesionalisme aparatur pemerintah daerah.
“Kami berkumpul bersama staf ahli, para asisten, kepala OPD hingga camat untuk memastikan 11 program prioritas berjalan optimal dan saling terkoordinasi,” kata Maulana.
Dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat, Pemkot Jambi juga menggandeng perbankan untuk menyalurkan pembiayaan UMKM dengan total plafon mencapai Rp110 miliar. Namun, realisasi penyaluran saat ini masih sekitar Rp300 juta.
“Pembiayaan ini kita dorong agar masyarakat tidak terjerat pinjaman online ilegal atau rentenir. Masih ada warga yang memiliki tunggakan pembiayaan sebelumnya, dan ini kita carikan solusi,” jelasnya.
Dengan komitmen yang diperkuat melalui perjanjian kinerja ini, Pemerintah Kota Jambi optimistis target pembangunan tahun 2026 dapat tercapai dan visi Kota Jambi Bahagia kian terasa di tengah masyarakat. (hfz)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



