Toga Diatas Kerutan, Mbah Saniem Memetik Ilmu Menjemput 'Bintang'
Toga Diatas Kerutan, Mbah Saniem Memetik Ilmu Menjemput 'Bintang'--
BANGKO , JAMBIEKSPRES.CO.ID- Selasa pagi (27/1), sinar mentari belum sepenuhnya garang. Namun, Gedung Serbaguna Desa Pinang Merah Kecamatan Pamenang Barat sudah riuh oleh aroma minyak kayu putih dan tawa yang renyah.
Di salah satu sudut ruangan, tangan-tangan keriput sibuk merapikan kain hitam licin. Itu adalah jubah wisuda. Dan pemilik tangan itu bukanlah seorang pemuda, melainkan Mbah Saniem.
BACA JUGA:Salut dan Bangga, Bupati M. Syukur Wisudakan 150 Lansia Tangguh 'S1' dan 'S2' di Pamenang Barat
Di usianya yang ke-92, jubah itu terasa sedikit kebesaran di tubuh mungilnya. Namun, saat ia menyentuh kain itu, ada binar yang tak sanggup disembunyikan oleh katarak tipis di matanya.
Bagi banyak orang, angka 92 adalah waktu untuk diam, duduk di kursi goyang, dan menunggu senja datang dalam sepi. Namun bagi Mbah Saniem, sepi adalah musuh yang harus dilawan. Baginya, tembok rumah terasa terlalu sempit untuk menghabiskan sisa usia.
BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Selasa 27 Januari 2026, Hari Ini Turun Rp1.000 Jadi Rp2,916 Juta per Gram
Itulah mengapa, setiap kali jadwal kelas Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) tiba, Mbah Saniem akan bersiap dengan semangat yang melampaui fisiknya. Langkah kakinya memang tak lagi sigap, sedikit menyeret dan gemetar, namun semangatnya tak pernah pudar.
BACA JUGA:Tingkatkan Kapasitas Paralegal Desa, Kanwil Kemenkum Jambi Gelar Pelatihan Gelombang I
Baginya, Selantang bukan sekadar tempat mendengarkan penyuluhan kesehatan atau materi dari para ahli. Sekolah itu adalah tempat ia kembali merasa "ada".
Di sana, ia bertemu kawan lama, bertukar cerita tentang cucu, dan tertawa bersama tentang hal-hal kecil. Di sekolah itu, Mbah Saniem sedang merayakan hidup.
BACA JUGA:IPH Merangin Minggu Keempat Januari 2026, Diangka -4,44
Puncak dari perjalanan itu terjadi hari ini. Saat namanya dipanggil, seisi ruangan seolah menahan napas. Mbah Saniem bukan hadir sebagai wali untuk cicitnya. Ia adalah sang bintang utama.
BACA JUGA:Purbaya Akan Rombak Pejabat Bea Cukai Dalam Waktu Dekat
Bupati Merangin, M. Syukur, melangkah mendekat. Ada raut haru yang tak bisa disembunyikan oleh sang pejabat saat menatap sosok di depannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



