BMKG: Kebakaran Lahan Berpotensi Meluas di Aceh Barat
Sejumlah lahan milik masyarakat di kawasan Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat terbakar. Hingga Selasa (27/1/2026) BMKG memprakirakan luas lahan terbakar di kawasan tersebut berpotensi meluas seiring tidak adanya pertu--
MEULABOH, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Kabupaten Aceh Barat agar mewaspadai dampak kebakaran lahan di wilayah tersebut selama sepekan ke depan, karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi terus meluas.
“Berdasarkan hasil pengamatan citra satelit, saat ini memang tidak ada pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu terjadinya hujan. Kondisi ini akan berlangsung selama sepekan ke depan,” kata Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya Angga Yudha kepada ANTARA di Meulaboh, Selasa, dikutip dari antara.
Seperti diketahui awan konvektif adalah jenis awan yang terbentuk akibat proses konveksi, akibat naiknya udara hangat yang lembap di atmosfer tidak stabil, dan sering menyebabkan hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat.
Awan ini memiliki pertumbuhan vertikal yang tinggi, seperti awan Cumulus dan Cumulonimbus, yang berpotensi memicu cuaca ekstrem seperti angin kencang, petir, dan hujan es.
Berdasarkan pengamatan dari citra satelit, lanjutnya, kawasan Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, dan sekitarnya, sepekan ke depan juga berpotensi mengalami cuaca cerah berawan, dan tidak terdapat awan yang memicu terjadinya hujan.
Selain itu suhu udara pada siang hari juga diprakirakan berkisar antara 31-33 derajat Celcius, sehingga potensi kekeringan akan terus terjadi dan upaya pemadaman api yang saat ini masih dilakukan oleh BPBD dan tim gabungan di Aceh Barat akan semakin berat.
“Jika melihat tidak adanya awan pertumbuhan hujan selama sepekan ini, kondisi cuaca cerah berawan ini dikhawatirkan dapat mendukung terjadinya kebakaran lahan lahan,” katanya.
Selain itu, kata dia, potensi meluasnya kebakaran lahan di Aceh Barat juga disebabkan adanya tiupan angin kencang dari wilayah pesisir pantai di daerah ini, yang menyulitkan upaya pemadaman api oleh petugas di lapangan.
Berdasarkan pemantauan citra satelit, lanjut dia, angin yang berhembus dari wilayah pesisir barat Aceh berkisar antara 10-12 knot, sehingga hal ini harus diwaspadai karena dapat menambah peluang terjadinya kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya.
Selain itu, kata Angga Yudha, minim nya awan konvektif di sekitar langit Aceh Barat dan Nagan Raya juga menyebabkan meluasnya potensi kekeringan di kedua daerah setempat.
“Jika melihat cuaca saat ini tentu sangat menyulitkan teman-teman BPBD dan tim di lapangan untuk memadamkan api di lokasi kebakaran lahan,” katanya.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan cara membakar dan senantiasa mewaspadai cuaca terik selama sepekan ke depan, karena cuaca ini sangat ekstrem sehingga dapat menyebabkan potensi terjadinya kebakaran lahan yang dikhawatirkan semakin bertambah.(ant)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



