DISWAY BARU

Jadi Deputi Gubernur BI, Berikut Profil Singkat Thomas Djiwandono

Jadi Deputi Gubernur BI, Berikut Profil Singkat  Thomas Djiwandono

Thomas Djiwandono berdiri saat dipanggil Presiden Prabowo Subianto dalam pengumuman jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/Spt.--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Thomas Djiwandono, salah satu Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam Kabinet Merah Putih, terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari lalu.

Penunjukan tersebut berdasarkan hasil rapat musyawarah Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.

BACA JUGA:Peringati Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah

“Telah dilakukan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat dan kemudian dimasukkan dalam rapat internal di Komisi XI bahwa yang diputuskan untuk menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung yg mengundurkan diri, adalah Thomas Djiwandono,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen Jakarta, Senin dikutip dari Antara

BACA JUGA:Pemprov Jambi Gandeng CSO dan Akademisi Susun Roadmap Transisi Energi

Misbakhun menambahkan bahwa keputusan Komisi XI ini akan dibawa ke dalam Rapat Paripurna pada Selasa (27/1) untuk diberikan persetujuan oleh pimpinan DPR RI.

Profil Thomas Djiwandono

Meskipun tidak mengawali kariernya di bidang ekonomi, tapi dunia perekonomian sudah menjadi bagian dari keluarga Thomas sejak ia kecil.

BACA JUGA:Tiap RT Ditargetkan 30 LPJU, Program Kampung Terang Berlanjut 2026

Pria kelahiran Jakarta, 7 Mei 1972, tersebut merupakan putra pertama dari Soedradjad Djiwandono, Gubernur BI periode 1993-1998, serta Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo yang merupakan kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.

Thomas menempuh pendidikan sarjananya di bidang Sejarah di Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat.

BACA JUGA:Bupati Hurmin Terima Pembangunan Tugu Biduk Dari Dana CSR

Selama kuliah, ia pernah menjadi wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993. Usai lulus pada 1994, ia kemudian menjadi wartawan di Indonesia Business Weekly.

Suami dari Rizkiati Mulan Hamami tersebut mulai menjajaki karier di dunia keuangan sebagai analis di perusahaan jasa keuangan dan sekuritas Whetlock NatWest Securities, Hong Kong, pada 1996-1999, lalu menjadi konsultan di perusahaan konsultasi bisnis Castle Asia, Jakarta, pada 1999-2000.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait