MITSUBISHI JANUARI 2026

Semua Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Semua Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Tim SAR mencari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Tim Media Presiden.--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Pencarian panjang dan melelahkan tim SAR gabungan akhirnya membuatkan hasil dengan ditemukannya korban terakhir kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Jumat (23/1) pagi.

Dikutip dari Antara berdasarkan keterangan Tim Media Presiden yang diterima di Jakarta, Sabtu, dengan penemuan tersebut seluruh korban yang berjumlah 10 orang dinyatakan telah ditemukan setelah tujuh hari operasi pencarian yang penuh tantangan.

BACA JUGA:Hari Ketiga Para Games, Indonesia Sudah Raih 69 Medali Emas

Korban terakhir ditemukan pada pukul 09.16 Wita oleh Tim Elang 5 dari Yonif 700 Raider Kodam XIV/Hasanuddin yang bekerja bersama unsur SAR gabungan.

BACA JUGA:Pemkab Muaro Jambi Siap Wujudkan Asta Cita melalui Rakernas XVII Apkasi

Lokasi penemuan berada di area tebing curam yang berbatasan langsung dengan aliran air pegunungan, medan ekstrem yang sejak awal menjadi momok bagi tim evakuasi.

Sejak hari pertama medan Pegunungan Bulusaraung memang dikenal sulit dijangkau. Lereng terjal, jurang dalam, serta batu-batu besar yang tersebar di sepanjang tebing membuat proses pencarian dan evakuasi tidak bisa dilakukan secara biasa.

BACA JUGA:Pegadaian Migrasikan Layanan Syariah-Konvensional ke Satu Aplikasi

Tim SAR harus mengandalkan teknik khusus demi menjangkau lokasi jatuhnya pesawat dan titik ditemukannya korban.

Dalam sejumlah momen krusial, tim SAR gabungan tampak harus bergelantungan di helikopter untuk bisa turun ke lokasi. Dengan bantuan tali penyelamat, satu per satu personel menuruni tebing curam secara perlahan.

Setiap langkah dilakukan dengan perhitungan matang, mengingat sedikit kesalahan dapat berakibat fatal, baik bagi korban maupun petugas.

BACA JUGA:Agung Jaya X RnD and Cafe, Tournament 9 Ball

Proses evakuasi korban dan serpihan pesawat dilakukan dengan metode penarikan menggunakan tali, kemudian diangkat secara bertahap ke helikopter.

Kondisi medan yang sempit dan licin memaksa tim bekerja ekstra hati-hati. Tidak jarang mereka harus berhenti sejenak untuk memastikan kestabilan pijakan di antara batu-batu besar yang rawan longsor.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: