Mulyadi Ekspor Kopi Kerinci Ke Luar Negeri
Mulyadi saat ekspor kopi ke luar negeri.-Ist-
KERINCI, JAMBIEKSPRES.CO.ID –Harga jual kopi di tingkat pedagang lokal Kabupaten KERINCI memasuki triwulan ketiga tahun 2026 terpantau tetap stabil.
Kondisi ini dipengaruhi oleh harga kopi di pasar dunia, khususnya varietas Arabika dan Robusta, yang masih bertahan di kisaran 4.000 dolar AS per ton.
BACA JUGA:Harga Cabai Tinggi, Petani Keluhkan Buah Cabai Diserang Hama Jamur dan Banyak Membusuk.
Pedagang kopi Kerinci, H. Mulyadi, menjelaskan bahwa kopi asal Kerinci saat ini sangat diminati di pasar internasional. Berdasarkan data FAO, harga kopi Kerinci di pasar dunia mengalami kenaikan rata-rata sekitar 38,8 persen sejak tahun 2025.
BACA JUGA:Dokter Tekankan Pentingnya Skrining Awal untuk Deteksi Perlemakan Hati
“Lonjakan harga paling signifikan terjadi pada varietas Arabika yang naik sekitar 58 persen, sementara Robusta bahkan mencapai 70 persen. Kondisi ini membuat selisih harga antara Arabika dan Robusta semakin menyempit, padahal secara historis Arabika biasanya dihargai lebih tinggi,” jelas Mulyadi.
Menurutnya, stabilnya harga kopi Kerinci tidak terlepas dari fluktuasi harga kopi di pasar internasional. Gangguan pasokan dari negara produsen utama seperti Vietnam, Brasil, dan Kolombia, akibat cuaca ekstrem serta serangan penyakit tanaman, menyebabkan produksi kopi di negara-negara tersebut menurun sehingga pasokan global berkurang.
“Kondisi ini sangat menguntungkan petani kopi Kerinci, terutama untuk varietas Robusta,” ujarnya.
Saat ini, harga kopi Robusta lokal berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp63.000 per kilogram, sedangkan Robusta grade 1 mencapai Rp75.000 per kilogram. Untuk kopi Arabika lokal, harga berkisar Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram, sementara Arabika grade 1 tembus Rp160.000 per kilogram. Harga tersebut telah bertahan sejak September 2025 hingga sekarang.
Mulyadi menambahkan, meskipun biaya operasional masih cukup tinggi, kondisi harga kopi saat ini dinilai cukup membantu perekonomian petani. Dirinya juga terus mengekspor kopi kerinci ke luar negeri.
“Kami berharap harga kopi di pasar internasional terus stabil. Saat ini kualitas kopi Kerinci semakin diminati oleh pasar luar negeri seperti Eropa, Rusia, dan Australia. Kami juga berharap pemerintah daerah terus memberikan pendampingan kepada petani, terutama dalam peningkatan kualitas dan pemasaran agar nilai jual kopi tetap kompetitif,” katanya.
Diakui Mulyadi, produksi kopi dari Kabupaten Kerinci mencapai ribuan ton per tahun. Rata-rata produksi diperkirakan lebih dari 100 ton per bulan, dengan permintaan eksportir setiap minggunya berkisar antara 15 hingga 35 ton.(Hdp)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



