DISWAY BARU

Angka Kemiskinan Muaro Jambi Naik Lagi

Angka Kemiskinan Muaro Jambi Naik Lagi

Angka Kemiskinan Muaro Jambi Naik Lagi-Ist-

MUAROJAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Muaro Jambi mencatat angka kemiskinan kembali meningkat pada 2025 setelah sempat menurun pada tahun sebelumnya.

Kepala BPS Muaro Jambi, Edy Subagiyo, menyebut jumlah penduduk miskin pada 2025 mencapai 21,05 ribu jiwa atau 4,32 persen dari total penduduk.

BACA JUGA:Ikuti Sunnah Nabi Jadi Inti Isra Mi'raj di PTPN IV Regional IV

Angka ini naik dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 17,48 ribu jiwa atau 3,65 persen. Padahal, pada 2023 jumlah penduduk miskin berada di angka 20,83 ribu jiwa atau 4,43 persen.

“Secara tren, penurunan sempat terjadi pada 2024. Namun tekanan ekonomi kembali terasa pada 2025, terutama dari kenaikan garis kemiskinan,” katanya, Selasa (20/1/26).

BACA JUGA:Batanghari Tertinggal 1-2 Dari Tanjabtim di Babak Pertama, Butuh 5 Gol Batanghari Baru Bisa Lolos Semifinal

BPS mencatat garis kemiskinan di Muaro Jambi terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, garis kemiskinan berada di angka Rp535.244 per kapita per bulan. Angka tersebut melonjak menjadi Rp617.948 pada 2024, dan kembali naik menjadi Rp633.575 pada 2025.

Menurut Edy, kenaikan garis kemiskinan disebabkan kenaikan harga-harga kebutuhan masyarakat , terutama pangan. “Ketika pengeluaran minimum untuk hidup layak naik lebih cepat daripada pendapatan masyarakat, maka risiko kemiskinan ikut meningkat,” ujarnya. 

Edy Subagiyo menyampaikan, bahwa beberapa penyebab kenaikan kemiskinan tahun 2025 perlu kajian lebih lanjut. Meski mengalami kenaikan angka kemiskinan, Muaro Jambi masih tergolong daerah dengan tingkat kemiskinan rendah di Provinsi Jambi.

Kabupaten berjuluk Bumi Sailun Salimbai ini menempati peringkat kedua terendah, setelah Kota Sungai Penuh yang menjadi Daerah dengan persentase penduduk miskin paling kecil.

"Jadi kita tidak melihat sampai ke ciri fisiknya. Tetapi, kita melihat dari sisi konsumsinya. Apakah sudah terpenuhi konsumsi dari setiap individu atau kebutuhan dasar hidupnya," tandasnya. (wan)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: