Oprit Jembatan Dibangun, Akses Warga Kian Nyaman
Oprit jembatan di Kecamatan Kuala Jambi yang dibangun melalui di UPTD Alkal Dinas PUPR Kabupaten Tanjabtim-Ist-
MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID – UPTD Alkal Kabupaten Tanjabtim terus melakukan pembenahan infrastruktur pendukung jalan lintas antar kecamatan. Salah satu fokus yang dilakukan adalah pembangunan oprit jembatan di sejumlah titik yang selama ini kerap menyulitkan pengguna jalan, khususnya kendaraan roda empat.
BACA JUGA:Keributan Guru dan Siswa di SMK Negeri 3 Tanjabtim Berujung Saling Lapor ke Polisi
Kepala UPTD Alkal Tanjabtim, Alqadrial Furkan, menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya telah melakukan penanganan oprit jembatan di beberapa wilayah. Kecamatan Kuala Jambi menjadi daerah dengan jumlah pekerjaan terbanyak, yakni enam oprit jembatan.
BACA JUGA:Perampingan OPD, 384 ASN Dirotasi Tugas
"Selain di Kuala Jambi, kami juga mengerjakan dua oprit jembatan di jalan lintas penghubung Kecamatan Muara Sabak Barat dengan Kecamatan Kuala Jambi, masing-masing di Jembatan Cinta Kasih dan jembatan di sekitar Simpang Garuda, Kecamatan Muara Sabak Barat," jelasnya.
Menurut Furkan, pembangunan oprit jembatan tersebut dilakukan untuk mengatasi perbedaan ketinggian antara badan jalan dan jembatan yang selama ini kerap menimbulkan kendala bagi pengendara.
"Tidak hanya di titik-titik itu saja, pada 2025 ini kami juga melakukan penanganan oprit jembatan di beberapa wilayah lain sesuai kebutuhan di lapangan," tambahnya.
Sementara untuk tahun 2026, UPTD Alkal menargetkan pembangunan oprit jembatan secara lebih merata di sejumlah kecamatan. Dalam waktu dekat, pekerjaan serupa direncanakan akan dilaksanakan di Kecamatan Nipah Panjang, Rantau Rasau, dan Berbak.
"Panjang oprit yang dibangun berbeda-beda, tergantung kondisi jembatan serta kontur jalan di masing-masing lokasi," ujarnya.
Pembangunan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Heri Mangin, salah seorang pengendara asal Kecamatan Kuala Jambi, mengaku kondisi jalan kini jauh lebih nyaman untuk dilintasi.
"Dulu kami cukup kesulitan, terutama mobil, karena siku jembatan tinggi dan sering membuat kendaraan tersangkut. Setelah ada oprit, jalannya lebih landai dan aman," ungkapnya.
Ia berharap, selain pembangunan oprit, pemerintah daerah juga dapat memperhatikan kondisi fisik jembatan yang mulai mengalami kerusakan.
"Semoga jembatan yang sudah mulai keropos bisa segera diperbaiki agar pengendara merasa lebih aman dan nyaman," tukasnya.(lan)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



