Delapan Sampel DNA keluarga korban Kecelakaan Pesawat ATR Diambil TIM DVI
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto (dua kiri) Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris (dua kanan), Kepala Bidang DVI Pudokkes Mabes Polri AKBP Wahyuhidayati (kanan) beserta tim DVI menjawab pertanyaan wartawan saat konfere--
MAKASSAR, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mengambil delapan sampel DNA kepada keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 4-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulsel.
"Tim telah memeriksa ante mortem keluarga korban. Ada delapan orang DNA (diambil) dan keterangan lainnya. Untuk dua lainnya (keluarga korban) belum," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto kepada wartawan di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala Makassar, Senin, dikutip dari antara.
BACA JUGA:Rupiah Hampir Tembus Rp17 ribu, Purbaya: Akan Segera Berbalik Menguat
Ia menjelaskan setelah pengumpulan keterangan dan data ante mortem dan post mortem dari pihak keluarga, langkah selanjutnya dilakukan pencocokan dengan korban apabila ditemukan tim SAR gabungan, termasuk barang-barang korban.
BACA JUGA:Update Harga Emas di Pegadaian Selasa 20 Januari 2026, hari Ini Meroket Sentuh Rp2,783 Juta/Gram
"Dari data awal ante mortem dan post mortem ini akan dicocokkan, apakah sesuai dengan pihak penerbangan perusahaan itu. Kita masih menunggu penyerahan jasad korban atau temuan lainnya," tutur Didik saat konferensi pers.
Guna memperlancar proses identifikasi, kata dia, tim DVI telah menjemput bola melalui bekerja sama dengan Biddokes Polda lain tempat keluarga korban berdomisili guna memudahkan pengambilan data dan sampel DNA.
"Ada empat keluarga korban yang datang ke DVI dan empat keluarga yang didatangi tim di kediaman masing-masing. Data korban ini nanti disampaikan setelah diidentifikasi," katanya.
Terkait dengan dua jenazah korban yang telah ditemukan tim pencarian dalam operasi SAR dari total 10 orang korban di Gunung Bulusaraung, kata dia, diduga kuat adalah kru pesawat ATR tersebut.
"Tapi, kita tidak boleh menyampaikan siapa saja (identitas) yang sudah (ditemukan) dan belum, agar tidak terjadi kesalahan," ucap Didik.
Sementara Kepala Bidang DVI Pudokkes Mabes Polri AKBP Wahyuhidayati menyebutkan sudah ada dua korban ditemukan. Namun belum diterima sampai saat ini untuk dilakukan pemeriksaan.
"Setelah ada jenazah baru bisa dilakukan post mortem. Jadi untuk jenazah pengambilan sampel akan dilaksanakan di tempat pemeriksaan jenazah. Kami tidak pernah mengambil sampel di TKP. Supaya, nanti terdata dengan baik nomornya, segala administrasinya," tutur Wahyuhidayati.
Sejauh ini belum ada jenazah tiba di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel. Kendati demikian pihaknya tidak tinggal diam dan bergerak mengumpulkan data ante mortem.
"Ini ternyata keluarga-keluarganya itu tidak ada di Sulsel. Ada yang di Jateng, ada di Jabar, ada di Bekasi. Kami berkoordinasi dengan Biddokes Polda setempat untuk mencari, mendatangi keluarga," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




