MITSUBISHI JANUARI 2026

Baznas Jambi Perluas Potensi Zakat Garap Pengumpulan Non ASN

Baznas Jambi Perluas Potensi Zakat Garap Pengumpulan Non ASN

Ketua Baznas Provinsi Jambi, Muhammad Amin saat memberikan keterangan, Jumat (16/1/2026). Ia menegaskan perluas jangkauan penggalian sumber zakat di sektor tambang, pertanian dan perkebunan. ANTARA/Agus Suprayitno.--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jambi terus menggali potensi Zakat yang ada dengan memperluas garapan pengumpulan terutama menyasar yang bukan (non) aparatur sipil negara (ASN).

"Potensi zakat Provinsi Jambi ada Rp100 miliar, tapi hari ini capaiannya baru 23,3 persen dari target yang ada. Kita tetap berusaha, semakin banyak pengumpulan semakin banyak manfaat yang kita sebarkan untuk penerima (mustahiq) kita," kata Ketua Baznas Provinsi Jambi, Muhammad Amin di Jambi, Jumat, dikutip dari antara. 

BACA JUGA:6 Jam, Gunung Semeru Alami 23 Kali Gempa Letusan

Menurut dia, selama ini Baznas baru menggali dan mengumpulkan zakat dari ASN, potensi pendapatan dari yang bukan ASN belum tergarap secara optimal. Ke depan, garapan zakat non ASN harus di lakukan untuk meningkatkan pendapatan zakat.

Saat ini, Baznas tengah melirik sektor lain yang memiliki potensi, terutama di sektor pertambangan, pertanian, perkebunan, perikanan.

BACA JUGA:Kemenhaj Jambi Sudah Mulai Proses Pengajuan Visa Haji Jamaah Reguler

Baznas menilai, potensi zakat di unit usaha itu cukup besar, tinggal bagaimana cara membuat formulasi yang tepat dan efektif melalui pendekatan yang benar terhadap individu atau kelompok umat Muslim yang telah wajib mengeluarkan zakat (muzakki), di luar aparatur sipil negara.

Muhammad Amin memastikan, kegiatan pengumpulan zakat di instansi vertikal mulai dari kementerian/lembaga yang memiliki perwakilan di Jambi tengah berjalan.

Sejauh ini Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi yang telah menyatakan kesiapan menyalurkan zakat ke Baznas. Ke depan diharapkan ada instansi vertikal lainnya yang bersedia memberikan zakat pegawai ke badan amil zakat.

"Kemenag sudah, potensi di situ (Kemenag) Rp4 miliar, yang sudah datang kordinasi ada dari kantor wilayah hukum. Semoga yang lain menyusul," harapnya.(ant) 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: