MITSUBISHI JANUARI 2026

Swasembada Pangan Tercapai, Don Muzakir: Kebijakan Prabowo Sentuh Petani

Swasembada Pangan Tercapai, Don Muzakir: Kebijakan Prabowo Sentuh Petani

Swasembada Pangan Tercapai, Don Muzakir: Kebijakan Prabowo Sentuh Petani--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyentuh dan mengerti kebutuhan petani adalah kunci swasembada pangan cepat tercapai. Setahun kepemimpinan Prabowo, banyak program pemerintah yang berpihak kepada petani.

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang langsung menyentuh petani menjadi faktor utama kegembiraan di desa-desa. Don mencontohkan penurunan harga pupuk, penyerapan gabah dan jagung, serta penghentian impor komoditas tertentu. 

BACA JUGA:Diana Yuli Astuti Resmi Jabat Kadivyankum Kanwil Kemenkum Jambi Gantikan Kortini JM Sihotang

“Banyak program Pak Prabowo yang langsung menyentuh petani yang ada di-grassroot, yang di bawah. Ini yang dinantikan oleh para petani, oleh masyarakat yang ada di desa-desa,” ucap Don saat menghadiri pengumuman swasembada pangan dan panen raya 1 tahun pemerintahan Prabowo Subianto di Cilebar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.

BACA JUGA:Penandatanganan ZI dan Perjanjian Kinerja 2026, Kakanwil Kemenkum Jambi Siap Dukung Transformasi Digital

Don Muzakir salah satu penerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya. Menurutnya, capaian swasembada pangan menjadi bukti nyata keberpihakan negara kepada petani. 

Organisasi Tani Merdeka Indonesia lahir dari gabungan kelompok tani, pelaku usaha pertanian, perikanan, dan perkebunan yang selama ini bersentuhan langsung dengan persoalan di desa. Tani Merdeka sejak awal sudah yakin kepemimpinan Prabowo akan membawa kesejahtreraan bagi petani.

BACA JUGA:Jaksa Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas Driver Ojol

“Saya pergi ke mana-mana, mulai dari Aceh sampai ke Papua, semua petani happy dengan program-program yang dicanangkan oleh Pak Prabowo,” katanya

Don Muzakir setuju dengan pernyataan Presiden Prabowo yang menegaskan posisi petani sebagai pahlawan pangan. Petani harus terus menanam, sehingga swasembada pangan bisa terwujud.

BACA JUGA:Bupati H M Syukur Terus Tata Pasar Bawah Bangko

“Kalau petani ini tidak menanam, tidak memanen, dan seterusnya, ya kita dapat pangan dari mana?,” katanya, 

Seraya menambahkan kebijakan stop impor jagung dan penyerapan hasil panen membuat harga lebih adil bagi petani. 

Jagung terserap di kisaran Rp5.500 per kilogram, sementara gabah padi diserap Rp6.500 hingga Rp7.000 sesuai kualitas. Sehingga, margin keuntungan petani meningkat dan harga beras tetap terjaga bagi konsumen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: