Banjir Bandang di Pasar Maninjau Agam, Bupati: 40 Rumah Terdampak
Rumah yang terdampak banjir bandang melanda Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (1/1). ANTARA/Yusrizal.--
LUBUK BASUNG, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Bupati Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Benni Warlis menyatakan sebanyak 40 rumah terdampak banjir bandang akibat meluapnya Sungai Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.
"40 unit rumah tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Muaro Pisang. Material banjir bandang masuk ke rumah," kata Bupati Benni Warlis di Lubuk Basung, Kamis.
BACA JUGA:Lantik 3.478 PPPK Paruh Waktu, Bupati M. Syukur: Jangan Permalukan Negeri Ini!
Ia mengatakan rumah yang terdampak akan lebih banyak, karena air sudah melebar ke daerah lain setelah aliran sungai tersumbat material longsor, sehingga air mengalir ke lokasi lain dalam kondisi hari tidak hujan pada Rabu (31/12).
BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Kamis 1 Januari 2026, Hari Ini Kompak Stabil
Setidaknya, lanjutnya, ada 200 orang mengungsi ke mushala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah. Mereka ketakutan dengan material turun dan kondisi ini sudah lima kali terjadi semenjak akhir November 2025.
BACA JUGA:Fokus Kota Bersih, Aman, dan Bebas Banjir! Maulana-Diza Paparkan Arah Kota Jambi 2026
"Air sungai disertai material turun beberapa kali, setelah tanah longsor melanda hulu sungai. Kondisi ini kurang baik bagi mereka, karena saat mereka pulang ke rumah, ada bunyi dentuman di hulu sungai, sehingga mereka kembali mengungsi," kata Bupati Benni.
Ia menambahkan kondisi ini mencekam karena aliran sungai sebelumnya sudah berpindah dan mengancam banyak rumah lain.
BACA JUGA:Keren! Pertamina Patra Niaga Hadirkan SPBU Berakses Pantai di Situbondo
Sementara lokasi aliran sungai sudah aman mengingat air sungai mengering setelah aliran berpindah.
Kondisi tersebut, lanjutnya, bakal disampaikan ke Gubernur Sumbar dan Balai Wilayah Sungai (BWS) V untuk penanganan secara teknis yang perlu keilmuan.
"Bagaimana kita mencarikan masalahnya dan saat ini kita hanya menyelesaikan sungai yang tersumbat di hilir sungai apabila terjadi longsor," kata Bupati Benni.
Ia mengatakan material banjir bandang menimbun satu alat berat yang sedang parkir. Untuk alat berat yang disediakan di lokasi ada empat unit di luar yang tertimbun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



