DISWAY BARU

Serikat Pekerja PTPN IV Salurkan Bantuan ke Sumatera Barat

Serikat Pekerja PTPN IV Salurkan Bantuan ke Sumatera Barat

Penyaluran bantuan bencanad di Sumbar yang diberikan oleh serikat pekerja atau karyawan PTPN IV ANTARA/Al Fatah.--

JAMBIEKSPRES.CO.ID- Serikat Pekerja dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional III Riau menyalurkan bantuan untuk korban bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar), Senin.

Bantuan diberikan bekerja sama dengan organisasi wartawan Bukittinggi Press Club (BPC).

Sekretaris Umum Serikat Pekerja PTPN IV Regional 3 Pekanbaru, Riau Mulya Fadlillah, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari partisipasi seluruh karyawan PTPN IV Riau.

BACA JUGA:Akhir Tahun, Region Head PTPN IV Regional 4 Kunjungi Kebun Solok Selatan

Total Rp 100 juta lebih donasi dari karyawan PTPN itu berupa sembako dan uang tunai yang diberikan kepada warga di Kota Padang serta di Jorong Bancah dan Sungai Batang, Kabupaten Agam.

Menurutnya, solidaritas internal perusahaan diwujudkan melalui penggalangan bantuan untuk masyarakat Sumatera Barat yang tengah mengalami musibah.

BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Pulihkan Trauma Korban Banjir Melalui Pondok Rangkul di Sumut

“Ini merupakan sumbangan dari seluruh karyawan PTPN IV Riau untuk masyarakat Sumatera Barat yang terkena banjir bandang,” katanya dikutip dari Antara.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak, sekaligus menjadi dukungan moral di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.

BACA JUGA:Direksi Palmco Pastikan Target Produksi PTPN Regional 4 Tercapai

"Kita berharap dengan bantuan ini, masyarakat yang terdampak segera pulih, dan bantuan ini bisa memberikan semangat kepada korban," ujarnya.

Bantuan tersebut disalurkan langsung ke lokasi terdampak yang hingga kini masih berada dalam kondisi rawan akibat banjir bandang susulan.

BACA JUGA:PTPN PalmCo Dukung Pemerintah Percepat Pemulihan Pasca Banjir di Madina-Aceh Tamiang

Bantuan disalurkan ke sejumlah titik yang terdampak paling parah, termasuk wilayah yang masih berstatus zona berbahaya berdasarkan pantauan di lapangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait