Kota Jambi Sebagai Layak Anak Tercoreng, Guru Silat Diduga Cabuli Anak
Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverintiwi Dewanti--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Citra Kota Jambi sebagai Kota Layak Anak kembali tercoreng. Dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak mencuat ke publik, melibatkan oknum guru silat dari salah satu perguruan pencak silat di Kota Jambi.
Peristiwa tersebut menyisakan trauma berat bagi para korban yang masih berusia di bawah umur.
BACA JUGA:Gubernur Umumkan UMP, UMK se-Jambi 2026, Perusahaan Wajib Terapkan UMK
Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi memastikan telah memberikan pendampingan intensif kepada para korban melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
BACA JUGA:Pemudik Jangan Khawatir, Diskon Tiket 30 Persen Angkutan Nataru Masih Tersedia
Kepala DPMPPA Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, mengatakan penanganan hukum kasus tersebut telah dilakukan oleh pihak kepolisian. Sementara itu, DPMPPA fokus pada pemulihan kondisi psikologis korban.ban yang direkomendasikan kepolisian sudah kami dampingi. Saat ini kondisi psikologis mereka mengalami trauma berat dan membutuhkan pendampingan berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (28/12).
Hingga saat ini, tercatat lima anak yang secara resmi mendapatkan pendampingan dari UPTD PPA Kota Jambi. Namun, berdasarkan informasi yang berkembang, jumlah korban diduga lebih banyak dari data yang telah masuk.
BACA JUGA:Bupati Tanjung Jabung Barat Serahkan 59 Motor Dinas bagi Da’i Desa dan Kelurahan
“Informasi sementara menyebutkan korban bisa mencapai 16 anak. Data resmi yang kami terima baru lima korban. Tidak menutup kemungkinan jumlah ini bertambah,” katanya.
Noverentiwi juga memaparkan, sepanjang tahun 2025, tercatat 137 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di kota Jambi. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 126 kasus.
Menurutnya, peningkatan tersebut tidak semata mencerminkan bertambahnya kejadian, melainkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor.
BACA JUGA:Lewat Jalur Darat, Pertamina Pasok BBM ke SPBU Bener Meriah
“Ini fenomena gunung es. Masyarakat kini semakin berani melaporkan kasus kekerasan,” ujarnya
Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan. DPMPPA menjamin kerahasiaan identitas pelapor.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



