Pemprov Jambi Dorong Pembangunan Pabrik Kelapa di Tanjabtim
Petani Kelapa Dalam di Tanjabtim-Ist-
MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Provinsi Jambi memberikan perhatian serius terhadap wacana pembangunan pabrik pengolahan kelapa dalam di Kabupaten Tanjabtim. Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat dan petani kelapa dalam yang selama ini berharap adanya industri pengolahan di daerah mereka.
BACA JUGA:Tahun Depan Pembangunan RSUD Tipe C Kerinci
Kementerian Pertanian saat ini memiliki program pembangunan pabrik pengolahan kelapa dalam di sejumlah daerah penghasil, dan Provinsi Jambi telah mengusulkan agar bisa mendapat bagian dari program tersebut.
BACA JUGA:Kejari Jambi Terima Pelimpahan Kasus TPPU Narkotika , Rp1,4 Miliar Disita
"Kita telah usulkan ke pusat terkait pabrik pengolahan kelapa di Tanjabtim," kata Gubernur Jambi, Al Haris usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Tanjabtim dalam rangka HUT ke-26 belum lama ini.
Menurut Gubernur, potensi kelapa dalam di Tanjabtim sangat besar. Kualitas hasil perkebunan kelapa dari wilayah ini sudah diakui, bahkan sebagian produk telah diekspor ke luar negeri. Karena itu, pembangunan pabrik pengolahan dinilai akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan lokal.
"Melihat potensi yang ada, kita ingin agar Tanjabtim mendapatkan prioritas untuk pembangunan pabrik pengolahan kelapa dalam. Ini penting agar petani kita tidak hanya menjual bahan mentah, tapi bisa menikmati hasil olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi," ujarnya.
Lebih lanjut, Al Haris menyebut bahwa sejumlah negara, termasuk Malaysia, masih bergantung pada pasokan kelapa dalam dari Provinsi Jambi, terutama dari Kabupaten Tanjabtim dan Tanjabbar. Namun hingga kini, pengiriman ekspor masih dilakukan melalui Dabok Singkep, Kepulauan Riau. Akibatnya, produk Jambi kerap tercatat sebagai hasil dari daerah lain.
"Kalau kita bisa mengolah dan mengirim langsung dari Jambi, tentu menjadi peluang besar bagi daerah ini untuk memperkuat sektor ekspor," tegasnya.
Gubernur juga menuturkan bahwa pihaknya telah mengutus dinas terkait ke Kementerian Pertanian untuk memproses dan memperjuangkan pembangunan pabrik tersebut. Ia berharap usulan itu dapat segera terealisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kita sudah mengajukan dua lokasi, yaitu di Kabupaten Tanjabtim dan Tanjabbar. Namun apabila hanya satu yang disetujui, maka prioritas pembangunannya akan kita tempatkan di Kabupaten Tanjabtim," tukasnya.(lan)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



