MITSUBISHI JANUARI 2026

Program Studi Ilmu Politik UNJA Siapkan Kurikulum Baru untuk Era Politik Digital

Program Studi Ilmu Politik UNJA Siapkan Kurikulum Baru untuk Era Politik Digital

Program Studi Ilmu Politik UNJA Siapkan Kurikulum Baru untuk Era Politik Digital--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Setelah meraih predikat Akreditasi Unggul, Program Studi S1 Ilmu Politik Universitas Jambi (UNJA) tidak berhenti pada capaian tersebut. Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kualitas akademik, Program Studi ini menggelar Workshop Penyusunan Visi, Misi, dan Tujuan Kurikulum Baru 2026–2030, sebuah langkah strategis untuk merumuskan arah pendidikan politik yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Rabu 29 Oktober 2025, Turun Rp15.000/Gram Menjadi Segini

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNJA dalam menata ulang sistem pembelajaran, agar lebih relevan dengan dinamika demokrasi dan transformasi digital yang tengah berlangsung. Melalui proses perumusan kurikulum baru, tim akademik berupaya memperbarui susunan mata kuliah, memperkaya materi ajar, serta mengintegrasikan isu-isu politik kontemporer dalam ruang kelas.

Dalam workshop tersebut, Prof. Dr. Caroline Paskarina, Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia (APSIPOL), sekaligus Kepala Departemen Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, hadir sebagai narasumber utama. Forum ini juga diikuti oleh berbagai pihak mulai dari dosen, mahasiswa, lembaga pemerintah, penyelenggara pemilu, organisasi masyarakat sipil, hingga media dan perwakilan partai politik, yang semuanya turut memberikan perspektif lintas sektor dalam penyusunan kurikulum.

BACA JUGA:Fuji Guslina Putri, Terpilih Jadi Putri Mendah Kincai 2025

Ketua Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Rio Yusri Maulana, Ph.D menegaskan, bahwa desain kurikulum baru tidak boleh terjebak dalam pola lama.

“Kita perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis dan kepekaan terhadap perubahan sosial, agar mereka siap menghadapi kompleksitas politik dan demokrasi di era digital,” ujar Rio, Selasa (28/10) lalu.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Ilmu Politik, Hatta Abdi Muhammad, menilai bahwa pencapaian Akreditasi Unggul menjadi titik awal untuk memperluas tanggung jawab akademik.

BACA JUGA:Atlet Kerinci Raih Medali Emas Beregu Putra Kejurprov Petanque Jambi 2025

“Kami ingin Ilmu Politik UNJA bukan hanya unggul dalam standar mutu, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk wajah pendidikan politik yang berintegritas dan progresif,” jelas Hatta.

Dalam paparannya, Prof. Caroline Paskarina menekankan pentingnya transisi menuju Outcome-Based Education (OBE). Ia menilai bahwa mahasiswa Ilmu Politik harus lebih dari sekadar memahami teori; mereka perlu memiliki kemampuan nyata dalam menganalisis dan memecahkan persoalan publik serta kebijakan politik.

Diskusi yang berlangsung dalam workshop tersebut berjalan dinamis. Para peserta aktif memberikan masukan substantif dan menawarkan kerja sama ke depan. Dr. Agus, General Manager Geopark Merangin UNESCO, menilai langkah UNJA mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam kajian politik sebagai langkah progresif.

“Pendekatan ini membuka ruang baru bagi politik untuk bersentuhan langsung dengan keberlanjutan lingkungan,” terang Agus.

BACA JUGA:Ditahan Imbang Atalanta 1-1, AC Milan Gagal Geser Napoli

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: