DISWAY BARU

Siswa MAN 2 Koja Kenalkan 'Mordiya', Biskuit Sehat Atasi Berat Badan Kurang

Siswa MAN 2 Koja Kenalkan 'Mordiya', Biskuit Sehat Atasi Berat Badan Kurang

Siswa MAN 2 Koja Kenalkan 'Mordiya', Biskuit Sehat Atasi Berat Badan Kurang--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Kreativitas siswa MAN 2 Kota Jambi patut dibanggakan. Dengan semangat, mereka mendatangi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi didampingi guru pembimbing untuk memperkenalkan karya inovatif mereka yang bernama Mordiya, biskuit sehat berbahan lokal kaya manfaat.

Mordiya dikembangkan oleh Aurellia Yasmin Nigara dan Nyimpas Shakira Nadien, siswa kelas XII MIA 1 MAN 2 Kota Jambi, sebagai bagian dari karya tulis ilmiah yang akan dilombakan.

BACA JUGA:Jumat Berkah! Harga BBM Seluruh Indonesia Turun, Berikut Harga Baru BBM di SPBU Per 4 September 2025

Produk ini berbentuk biskuit sehat berbahan tepung daun kelor dan tepung umbi gadung; dua bahan lokal dengan kandungan gizi tinggi. Nama Mordiya sendiri diambil dari bahasa Latin kedua bahan tersebut, yakni Moringa oleifera (daun kelor) dan Dioscorea hispida (umbi gadung).

BACA JUGA:Spanyol Hancurkan Bulgaria 3-0

Sebelum dikembangkan lebih lanjut, biskuit Mordiya telah melalui uji coba biologis pada mencit untuk melihat pengaruhnya terhadap kondisi underweight. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi biskuit Mordiya mampu membantu menaikkan berat badan mencit yang sebelumnya mengalami underweight. Berdasarkan bukti tersebut, tim pengembang terdorong menjadikannya sebagai produk pangan fungsional yang dapat dipasarkan secara luas.

BACA JUGA:Kualifikasi Piala Dunia 2026, Jerman Keok dari Slovakia 0-2

Sasaran utama Mordiya adalah balita karena kelompok usia ini paling rentan mengalami underweight. Namun, manfaat gizi dari daun kelor dan umbi gadung juga bermanfaat bagi kelompok usia lainnya. Dengan kualitas bahan premium dan harga terjangkau, yakni Rp15.000 per bungkus, Mordiya diharapkan menjadi solusi pangan sehat sekaligus mendukung perbaikan gizi masyarakat.

Tidak hanya menyehatkan, Mordiya juga memiliki nilai budaya. Biskuit ini dicetak dalam bentuk aksara incung, tulisan kuno khas Kerinci, Provinsi Jambi, sehingga selain membantu perbaikan gizi, produk ini juga menjadi sarana memperkenalkan kembali budaya Jambi kepada masyarakat.

BACA JUGA:Hasil Kualifikasi PD 2026 Zona Eropa, Belgia Pesta Gol, Belanda Diimbangi Polandia

Kepala Kanwil, H. Mahbub Daryanto, mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh siswa MAN 2 Kota Jambi tersebut.

“Produk Mordiya ini luar biasa. Tidak hanya membantu mengatasi masalah gizi, tetapi juga membawa misi budaya. Kami mendukung penuh inovasi seperti ini dan berharap bisa dikembangkan lebih luas,” ujar Kepala Kanwil.

Lebih membanggakan lagi, biskuit Mordiya saat ini telah mengantongi sertifikasi halal sehingga aman dan layak dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi kreatif dan inovatif yang peduli terhadap kesehatan sekaligus pelestarian budaya daerah. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: