MITSUBISHI JANUARI 2026

Protes Pembuangan Sampah Sembarangan, Warga Paal Merah Bangun Replika Kuburan

Protes Pembuangan Sampah Sembarangan, Warga  Paal Merah Bangun Replika Kuburan

Warga RT 08 dan RT 27, Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, membangun replika kuburan.--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.IDWarga RT 08 dan RT 27, Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, mengambil langkah tak biasa untuk memprotes maraknya aksi pembuangan sampah sembarangan di lingkungan mereka.

Sebuah replika kuburan sengaja dibangun dan dipajang di pinggir jalan sebagai simbol peringatan keras kepada siapa saja yang masih nekat membuang sampah di lokasi tersebut.

BACA JUGA:Harga BBM Seluruh Provinsi Jambi Turun, Simak Harga Baru Pertamax-Pertalite di SPBU 1 Agustus 2025

Aksi ini muncul dari keresahan yang sudah berlangsung cukup lama. Warga setempat menyebutkan, tumpukan sampah liar di kawasan itu bukanlah hal baru.

Bahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasinya, mulai dari peringatan lisan, pemasangan spanduk larangan, hingga penjagaan secara bergilir oleh warga. Namun, sayangnya, semua itu tak cukup ampuh membendung perilaku sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, terutama pada malam hari.

BACA JUGA:Sah! Jalan Tol Tempino-Pijoan Kelar 25 Juli 2025, Minggu Depan Sudah Uji Layak Fungsi

Replika kuburan itu diletakkan di sudut jalan RT 27, titik yang selama ini menjadi lokasi favorit pembuang sampah.

Lokasinya cukup tersembunyi dari pandangan umum, sehingga kerap dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk membuang sampah rumah tangga secara diam-diam.

Ketua RT 08 Eka Jaya, Sugiharto, mengatakan bahwa langkah ini adalah bentuk keprihatinan sekaligus sindiran kepada masyarakat agar sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ia menyebutkan bahwa tindakan tersebut bukan kali pertama dilakukan oleh warga.

BACA JUGA:Jumat Berkah! Harga BBM Seluruh Indonesia Turun, Ini Harga Baru Pertamax-Pertalite Jumat 1 Agustus 2025

“Dulu kami pernah buat juga replika kuburan seperti ini. Tapi karena waktu sudah lama, bentuknya hilang. Sekarang karena banyak lagi yang buang sampah, kami bangun lagi,” ujar Sugiharto saat ditemui di lokasi, Kamia (31/7/2025).

Menurut Sugiharto, dampak dari tumpukan sampah tersebut tidak bisa dianggap sepele. Selain mencemari lingkungan, sampah-sampah itu juga menimbulkan bau menyengat yang sangat mengganggu kenyamanan warga, terutama yang tinggal di dekat lokasi.

“Bau sampah itu menyebar ke mana-mana, apalagi kalau hujan. Air menggenang dan sampah-sampah itu menyebar ke jalan,” ujarnya lagi.

Ia juga mengungkapkan bahwa warga sebenarnya bukan tidak peduli terhadap masalah ini. Justru mereka sudah jenuh dengan perilaku sebagian masyarakat yang enggan berubah. Sugiharto menyebutkan bahwa warga sempat menyusun jadwal ronda malam hanya untuk memantau siapa saja yang membuang sampah di area tersebut. Namun, karena keterbatasan tenaga dan waktu, upaya itu tidak bisa berlangsung terus-menerus.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: