1.470 Hektare Sawah tak Bisa Digarap
sawah masih terendam air di Kecamatan Kumun-Debai, sehingga sawah tak bisa digarap maksimal.-Ist-
SUNGAIPENUH, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Sebanyak 1.470 hektar lahan persawahan milik warga di Kota Sungai Penuh tidak dapat digarap akibat masih adanya genangan air yang terjadi. Gal ini menyebabkan para petani terpaksa menunda proses tanam padi di wilayah terdampak.
BACA JUGA:Transaksi Nggak Pakai Lama, QRIS TAP BRImo Solusi Tempel Ponsel ke EDC Langsung Beres Bayar
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menyebutkan bahwa lahan yang terdampak tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kumun Debai, Kecamatan Hamparan Rawang, dan Kecamatan Tanah Kampung.
BACA JUGA:BRI Kembali Gelar Pelatihan Ekspor, Tingkatkan Daya Saing UMKM Tembus Pasar Global
"Ada total 1.470 hektar lahan persawahan milik warga di Kota Sungai Penuh tidak dapat digarap akibat genangan air yang terjadi pasca banjir besar pada tahun 2024," kata Wako Alfin, Senin (28/7/2025).
Ia juga menyebutkan, untuk saat ini ada sekitar 2.030 hektar lahan sawah yang masih dapat digarap oleh petani. Secara keseluruhan, total lahan persawahan di Kota Sungai Penuh mencapai 3.500 hektar.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tujuannya adalah untuk melaksanakan normalisasi sungai sehingga banjir tidak kembali terjadi yang dapat merusak tanaman dan merusak rumah warga.
"Ini masalah yang dailami petani. Akan kita perjuangkan bagaimana nanti bantuan dari pemerintah, agar petani bisa terbantu. Kita juga konsisten melakukan normalisasi sungai bersama pemerintah provinsi Jambi," ujarnya. (Hdp)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



