Ekspor Karet Alam Kalsel Alami Peningkatan
Ekspor Karet Alam Kalsel Alami Peningkatan -Foto: ANTARA-
BANJARMASIN, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Sulkan menyampaikan ekspor hasil perkebunan karet alam dari daerah ini mengalami peningkatan pada tahun 2025.
Sulkan mengungkapkan, di Banjarmasin, Rabu, ekspor karet alam Kalsel mengalami peningkatan sesuai data bulan Maret ke bulan April 2025.
BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit Petani Swadaya di Riau Kembali Turun
Menurut dia, pada bulan Maret, ekspor karet alam Kalsel berada di angka 4.943 ton dengan nilai ekspor sebesar 9.856.865 dolar Amerika Serikat (AS).
Kemudian, kata dia lagi, terjadi peningkatan cukup tajam pada bulan April menjadi lebih dari 6.948 ton, dengan nilai ekspor mencapai 14.056.184 dolar AS.
BACA JUGA:Musorprovlub Pemilihan Ketum KONI Provinsi Jambi Digelar 30 Juni
Menurut dia, peningkatan permintaan karet alam di tengah gejolak perdagangan global ini datang dari berbagai negara di Asia hingga Eropa, di antaranya ke Jepang, Tiongkok, Meksiko, Jerman, Kanada, dan India.
"Ada 17 negara tujuan ekspor karet alam Kalsel," ujarnya lagi, dikutip dari antara.
Sulkan menyampaikan, terdongkraknya nilai ekspor karet alam Kalsel ini dipengaruhi oleh peningkatan permintaan dari negara-negara tujuan tersebut.
Tentunya, kata dia pula, karet alam di Kalsel dinilai baik kualitasnya hingga permintaan menjadi tinggi.
"Faktor peningkatan ini berarti produktivitas karet di Kalsel itu meningkat dan pasarnya juga permintaannya meningkat. Kalau produksinya meningkat, permintaannya meningkat, maka terjawab itu. Tetapi yang dominan itu faktor permintaan meningkat bisa dipenuhi, ya itulah," ujar Sulkan.
Namun, kata dia lagi, kenaikan permintaan ekspor karet alam sayangnya tidak diikuti komoditas perkebunan lainnya.
Sulkan mengungkapkan, beberapa komoditas unggulan dari sektor perkebunan lainnya, seperti kelapa sawit, kayu, dan rotan mengalami penurunan ekspor.
"Termasuk juga di sektor perikanan, serta produk tambang mengalami penurunan pada harga dan volumenya," kata Sulkan pula.(ant)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



