Masih Ada Pelanggaran Ihram di Jeddah, PPIH Ingatkan Jamaah Bisa Kena Dam
Masih Ada Pelanggaran Ihram di Jeddah, PPIH Ingatkan Jamaah Bisa Kena Dam--
JEDDAH, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali mengingatkan seluruh jamaah haji Indonesia untuk mematuhi aturan ihram sejak tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Pasalnya, wilayah Jeddah termasuk dalam miqat makani bagi jamaah yang akan menunaikan umrah wajib sebelum haji, dan pelanggaran ihram bisa berdampak pada kewajiban membayar dam.
Pembimbing Ibadah PPIH Daerah Kerja (Daker) Bandara, Hamid, mengatakan masih ditemukan sejumlah pelanggaran ihram, baik oleh jamaah laki-laki maupun perempuan. Pelanggaran ini berisiko menyebabkan jamaah terkena kewajiban membayar dam.
BACA JUGA:Akhir Mei 2025, Harga BBM Se Indonesia Turun Lagi, Berikut Harga Baru BBM Berlaku Sabtu 31 Mei 2025
BACA JUGA:Visa Haji Furoda Tahun Ini Tidak Terbit, Komnas Haji: Jangan Salahkan Pemerintah
“Saat turun dari pesawat, masih ada jamaah perempuan yang mengenakan masker yang menutup wajah. Sementara pada jamaah laki-laki, ditemukan yang masih memakai celana dalam, celana pendek, atau kaos kaki,” ujar Hamid di Bandara Jeddah, Senin (19/5/2025).
Hamid menegaskan pentingnya kesadaran jamaah akan larangan ihram, seperti tidak mengenakan pakaian berjahit bagi laki-laki, dan tidak menutup wajah dan telapak tangan bagi perempuan. Ia menyarankan agar jamaah menggunakan alas kaki terbuka, seperti sandal yang tidak menutup mata kaki.
BACA JUGA:Jelang Musda Golkar, Dukungan Ke Cek Endra Menguat, Sejumlah DPD II Balik Arah Dukung CE
“Selama masih di Jeddah, jamaah masih bisa mengulang niat ihram jika terjadi pelanggaran. Ini penting agar tidak terkena dam. Namun jika sudah masuk Makkah, maka konsekuensinya adalah harus membayar dam,” jelasnya.
Untuk menghindari risiko tersebut, Hamid mengimbau para jamaah memahami niat ihram sesuai dengan kondisi masing-masing. Bagi jamaah sehat dan tanpa kendala, cukup dengan niat:
“Labbaika Allahumma umratan.”
Namun bagi jamaah lansia atau berisiko tinggi yang kemungkinan terhalang menyelesaikan umrah, disarankan memakai niat isytirath:
BACA JUGA:Tiga JCH Asal Provinsi Jambi Wafat di Tanah Suci, Berikut Identitasnya
“Labbaika Allahumma hajjan, fa in habasani habisun fa mahilli haitsu habastani.”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



